Tabloid Puailiggoubat
Tabloid Puailiggoubat Edisi 145/Tahun VII, 15-31 Mei 2008
Polling


Apakah anda setuju HPH PT Salaki Summa Sejaterah (SSS) mengambil kayu dari Mentawai?



Setuju

Tidak Setuju



Dipublikasikan oleh Rus Akbar
Pemilih: 2299 Komentar: 18
Jajak pendapat sebelumnya

Online
Pengunjung: 3, Anggota: 0 ...

paling banyak online: 236
(Anggota: 0, Pengunjung: 236) pada 06 Jun : 01:13
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom
Username:

Password:


ingat informasi login
HPH KAM Ambil Untung Lalu Pergi
Abjad Pertama Judul Tulisan
& ( A B C D E F G H I J K L M N P R S T U semuanya Daftar
11 03
Al-Itsnayna, 4 Dhul Qada 1429 H - 13:23:31
oleh: Sandang Paruhum



Masih segar diingatan kita awal masuknya HPH Koperasi Andalas Madani di Pulau Siberut. Ide awal sebagai Land Grand College (LGC) berubah total menjadi HPH Murni telah membuat kita semua terperangah, bagaimana mungkin HPH  dikelola sebuah Universitas, dan ternyata memang Universitas hanya alat untuk memperoleh izin lalu mendapat Fee dari kehancuran hutan di Siberut. Ada banyak upaya perlawanan dari masyarakat dan LSM, bahkan base camp HPH KAM pernah dibakar oleh massa, tapi lagi-lagi perjuangan itu harus kandas dengan kuatnya “UANG” dan KEKUASAAN.   Seakan tak percaya pada bulan September Lalu, Rektor Universitas Andalas menyampaikan kepada pers bahwa Koperasi Andalas Madani telah menyerahkan izin HPH yang dimilikinya sejak tahun 1999 kepada Menteri Kehutanan terhitung sejak Juni  2008 yang lalu.  Menyedihkan sekali, Areal HPH seluas 49 ribu hektar lebih itu dikembalikan dengan alasan adanya  dengan desakan dari berbagai pihak. Lalu mengapa baru sekarang ini HPH itu dilepas oleh KAM padahal sejak awal telah ada desakan..? Setelah mendapat keuntungan bersih 6 sampai 8 Millyar menurut pengakuan sang Rektor yang juga ketua Koperasi Andalas Mandani (KAM) lalu mereka melepaskan begitu saja areal itu. Pelepasan ini memunculkan berbagai tanggapan. Pertama, HPH ini tidak lagi menguntungkan bagi KAM, karena memang tidak dibangun dengan perencanaan yang baik sehingga bisa bertahan sepanjang izin yang diberikan (35 Tahun), artinya HPH ini hanya bisa bekerja selama 9 Tahun sejak diberikan izin, lalu 26 tahun berikutnya siapa yang bertanggungjawab..? Kedua : Saat ini yang bertanggungjawab atas areal tersebut adalah Menteri  Kehutanan, dan itu berarti kewanangan atas pengelolaan areal untuk selanjutnya ada ditangan Menteri Kehutanan dan bukan ditangan pemerintah kabupaten atau masyarakat adat, hal ini berarti apa yang disampaikan selama ini terutama kepada masyarakat bahwa bila HPH ini berakhir maka akan dikembalikan kepada masyarakat. Ketiga:  Bila saat ini Areal seluas 49 ribu hektar lebih itu berada ditangan Menteri Kehutanan, Maka besar kemungkinan bahwa Menteri akan menyerahkan pengelolaan areal itu kepada siapapun dan mungkin saja akan diserahkan pada HTI untuk dikelola sebagai perkebunana Sawit, yang jelas-jelas telah lama ditolak oleh masyarakat adat Mentawai. Dari beberapa hal diatas sudah seharusnya kita mulai melihat ke diri ki ta dan menjawab secara jujur apakah memang keberadaan HPH telah membawa kesejahteraan bagi masyarakat, dan akan kembali ke Rakya? Kenyataan bahwa HPH tidak membawa kesejahteraan bagi rakyat, dan juga bagi pendapatan asli daerah kabupaten kepulauan Mentawai. Yang terjadi adalah kerusakan sumber daya hutan, konflik internal ditingkat masyarakat bahkan perpecahan suku. Lalu siapa yang akan bertanggunjawab. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa pengelolaan sumber daya alam yang adil, mensejahterakan dan berkelanjutan bukan dengan cara member Izin HPH atau eksploitasi lainnya. Sudah saatnya kita mengakui, menghormati dan melindungi hak-hak masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam Mentawai.

Tentang Sandang Paruhum
Pemimpin Umum Puailiggoubat


HPH KAM Ambil Untung Lalu Pergi oleh Sandang Paruhum
Artikel Suara Daun Lain
Makan Bohong
oleh Gerson Merari Saleleubaja
Kamis 11 September 2008 - 12:02:28
Al-Hamis, 10 Ramadan 1429 H - 12:02:28
Mulai Menjamur
oleh Gerson Merari Saleleubaja
Rabu 03 Oktober 2007 - 10:42:40
Al-Arba'a, 21 Ramadan 1428 H - 10:42:40
Beras dan Sagu
oleh Rahmadi
Selasa 06 Maret 2007 - 10:17:51
Ats-Tsalatsa, 16 Safar 1428 H - 10:17:51
Terlambat Lagi
oleh Rahmadi
Sabtu 24 Februari 2007 - 17:00:12
As-Sabt, 6 Safar 1428 H - 17:00:12
Flu Burung
oleh Rahmadi
Sabtu 24 Februari 2007 - 15:49:30
As-Sabt, 6 Safar 1428 H - 15:49:30
Arti Sebuah Nama
oleh Rahmadi
Rabu 21 Februari 2007 - 13:39:31
Al-Arba'a, 3 Safar 1428 H - 13:39:31
Tahun Baru
oleh Rahmadi
Rabu 21 Februari 2007 - 09:48:54
Al-Arba'a, 3 Safar 1428 H - 09:48:54
Swakelola
oleh Rahmadi
Selasa 20 Februari 2007 - 17:40:12
Ats-Tsalatsa, 2 Safar 1428 H - 17:40:12
Rakyat dan Pejabat
oleh Rahmadi
Senin 06 November 2006 - 13:52:00
Al-Itsnayna, 14 Shawwal 1427 H - 13:52:00
Bebas
oleh Rahmadi
Selasa 03 Oktober 2006 - 10:33:07
Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:33:07
Bebas
oleh Rahmadi
Selasa 03 Oktober 2006 - 10:31:27
Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:31:27
Sisa Pilkada
oleh Rahmadi
Sabtu 23 September 2006 - 12:26:55
As-Sabt, 29 Sha'ban 1427 H - 12:26:55
Pilkada Pun Usai
oleh Rahmadi
Jumat 22 September 2006 - 15:38:25
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 15:38:25
TPS
oleh Rahmadi
Jumat 22 September 2006 - 14:43:46
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 14:43:46
Kampanye
oleh Rahmadi
Jumat 22 September 2006 - 14:40:29
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 14:40:29
Copyright (c) Tabloid Alternatif Puailiggoubat
Design by Djamboe WebDesign