Pemimpin Umum Tabloid Puailiggoubat"Cok, hari apa sekarang ini?" tanya Si Bajak pada suatu sore.
“Kenapa Jak, kok tanya-tanya hari, seperti orang siap-siap mau pergi jauh saja…. kalau ada yang mau diwasiatkan jangan lupa namaku ya, Jak,†kata Ucok sambil nyengir.
Terlambat Lagi oleh Rahmadi“Dasar…! Kamu ini tambah nggak sopan saja sama orang tua, memang aku sudah tua, tapi aku belum mau cepat-cepat meninggalkan dunia yang kacau-balau ini,†kata Si Bajak.
Terlambat Lagi oleh Rahmadi“Terus kenapa kok tanya-tanya hari, seperti orang yang sedang berpacu dengan waktu, aku juga lupa hari apa sekarang, tetapi yang pasti sudah pertengahan Februari 2007,†jawab Ucok.
Terlambat Lagi oleh Rahmadi“Memang saat ini kita sedang berhitung dengan waktu, sekarang sudah pertengahan Februari, tetapi kabar yang kudapat, APBD Mentawai belum juga selesai dibahas,†kata Si Bajak.
Terlambat Lagi oleh Rahmadi“Ha…ha… lucu Si Bajak ini, memangnya kenapa dengan APBD dan apa hubungannya dengan bulan Februari? Lagi pula kenapa Bajak sibuk mikir yang bukan urusan Bajak, kita ini apalah orang kampung yang hanya diperhitungkan pada saat pilkada….†jawab Ucok.
Terlambat Lagi oleh Rahmadi“Nggak bisa begitu, Cok, keterlambatan pengesahan APBD berarti pelaksanaan pembangunan di Mentawai juga akan terlambat,†jelas Si Bajak.
Terlambat Lagi oleh Rahmadi“Memangnya apa hubungannya dengan Bajak? Apa Bajak berencana ikut tender proyek? Sejak kapan bajak punya CV? Lagi pula dari mana Bajak dapat kabar itu?†tanya Ucok bertubi-tubi.
Terlambat Lagi oleh Rahmadi“Ha…ha…. pertanyaanmu seperti suara tembakan tentara panik saja, kemarin adikmu yang kerja di Tuapeijat kan pulang kampung, dia bercerita perkembangan Tuapeijat dan juga bercerita soal keterlambatan pembahasan APBD itu,†jelas Si Bajak.
Terlambat Lagi oleh Rahmadi“Ooooo… begitu rupanya, dan apa cerita dia soal APBD…?†tanya Ucok.
“Dia katakan, minggu lalu pihak eksekutif mengirim surat ke DPRD dan minta waktu selama 2 minggu untuk menyerahkan draf APBD ke DPRD,†jawab Si Bajak.
Terlambat Lagi oleh Rahmadi“Jadi memang benar APBD belum sampai di tangan DPRD?†tanya Ucok dengan wajah serius.
Terlambat Lagi oleh Rahmadi“Itulah kamu, suka sekali bercanda. Orang bicara serius kamu tanggapi dengan canda,†kata Ucok.
Terlambat Lagi oleh Rahmadi“Wah kalau begitu bisa terulang keterlambatan pelaksanaan pembangunan, jadi…. persoalannya bukan DPRD yang malas membahas RAPBD ya…?! Kupikir selama ini DPRD yang malas, eee….. rupanya eksekutif yang lamban, maaf ya Pak DPRD… selama ini aku salah sangka…he..he….†kata Ucok sambil pasang wajah memelas mencandai Si Bajak.
Terlambat Lagi oleh Rahmadi“Kamu ini Cok, bercanda terus, pergi ke Tuapeijat sana dan langsung minta amplop… eh maksudku minta maaf sama beliau-beliau itu….†kata Si Bajak sambil tertawa terkekeh.
Terlambat Lagi oleh Rahmadi“Terlambat lagi……terlambat lagi……, kalau begini terus kapan Mentawai berubah bisa mengejar ketertinggalannya…!!†gerutu Ucok.
Terlambat Lagi oleh Rahmadi