Pemimpin Umum Tabloid Puailiggoubat"Cok, kenapa pagi-pagi kamu sudah nangis terisak-isak seperti itu, seperti ditinggal mati kucing kesayangan saja?†tanya Si Bajak suatu pagi.
Flu Burung oleh Rahmadi“Nangis apa... hidung ni yang bikin ulah, sejak kemarin meler terus karena flu....â€
“Flu burung, ya.....†potong Si Bajak.
“Enak saja..... sampai hari ini bu-rungku sehat walafiat dan masih berkicau setiap saat, cuma hidung ini yang tidak mau kompromi....†kata Ucok.
Flu Burung oleh Rahmadi“Oo.... kupikir burungmu yang kena flu, sebab saat ini sedang ramai orang bicarakan soal flu burung....†kata Si Bajak.
Flu Burung oleh Rahmadi“Tapi Jak, kalau flu burung ini sempat masuk di Mentawai bisa kacau kita. Kabarnya susah sekali mengobati penyakit ini, apalagi masyarakat Mentawai kan banyak yang tinggal di perkampungan jauh dari rumah sakit. Bisa banyak korban tewas jika flu burung ini berjangkit di Mentawai,†kata Ucok panjang lebar.
Flu Burung oleh Rahmadi“Ah.... itu tidak mungkin Cok, Mentawai kan jauh dari daratan Sumatra dan dipisahkan oleh laut luas,†kata Si Bajak.
Flu Burung oleh Rahmadi“Bajak lupa, saat ini di Mentawai kan sudah ada pedagang yang menjual ayam potong, dan semua itu didatangkan dari Padang, sementara di Padang dan Sumatra pada umumnya, flu burung sudah banyak menyerang, jadi selagi Mentawai masih mendatangkan ayam potong dari Padang, tidak mustahil flu burung juga akan menyebar di Mentawai,†jelas Ucok.
Flu Burung oleh Rahmadi“Benar juga yang kau bilang itu Cok, sekarang bagaimana kalau situasinya kita balik, kita stop mendatangkan ayam dari Padang, dan kita rawat dengan baik ayam-ayam kampung di Mentawai, suatu saat nanti kita bisa kirim ayam ke Padang, pasti harganya mahal, karena persediaan ayam di Padang sedikit sementara yang memerlukan banyak, jadi bisa untung banyak kita,†kata Si Bajak.
Flu Burung oleh Rahmadi“Wah ide cerdas itu Jak, tapi bagaimana kita nyetopnya? Emangnya kita ini siapa? Kapal yang mengangkut ayam-ayam itu juga bukan kita punya, kalau kita pejabat, pasti nggak sulit membuat kebijakan nyetop masuknya ayam ke Mentawai....†komentar Ucok.
Flu Burung oleh Rahmadi“Iya... ya... Cok, kita orang kecil ini sering banyak sekali angan-angan, tapi Cok, menurutmu kira-kira para pejabat di Tuapejat sana pernah mikir seperti yang kita pikirkan apa enggak ya....†tanya si Bajak.
Flu Burung oleh Rahmadi“Kalau itu aku nggak tahu Jak, yang aku tahu mereka tiap bulan menerima uang gaji sebagai PNS, tidak seperti kita yang harus memelihara ternak dan tanaman, serta sesekali berburu dan menangkap ikan untuk memenuhi hidup sehari-hari.....†kata Ucok
Flu Burung oleh Rahmadi“Tapi aku percaya Cok, pasti setidak-tidaknya mereka pernah mendengar tentang flu burung ini, karena radio sudah sering menyiarkan “ kata Si Bajak.
Flu Burung oleh Rahmadi“Iya Jak, apalagi mereka di Tuapeijat pasti bisa dapat informasi dari televisi....†jawab Ucok.
Flu Burung oleh RahmadiSementara, mereka asyik menggunjingkan pejabat dan flu burung, sayup-sayup terdengar lantunan lagu dangdut....â€Burung-burung siapa.....dalam sangkar sendirian.....â€
Flu Burung oleh Rahmadi
Flu Burung oleh Rahmadi