Tabloid Puailiggoubat
Tabloid Puailiggoubat Edisi 145/Tahun VII, 15-31 Mei 2008
Polling


Apakah anda setuju HPH PT Salaki Summa Sejaterah (SSS) mengambil kayu dari Mentawai?



Setuju

Tidak Setuju



Dipublikasikan oleh Rus Akbar
Pemilih: 2299 Komentar: 18
Jajak pendapat sebelumnya

Online
Pengunjung: 2, Anggota: 0 ...

paling banyak online: 236
(Anggota: 0, Pengunjung: 236) pada 06 Jun : 01:13
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom
Username:

Password:


ingat informasi login
Flu Burung
Abjad Pertama Judul Tulisan
& ( A B C D E F G H I J K L M N P R S T U semuanya Daftar
02 24
As-Sabt, 6 Safar 1428 H - 15:49:30
oleh: Rahmadi

Pemimpin Umum Tabloid Puailiggoubat

"Cok, kenapa pagi-pagi kamu sudah nangis terisak-isak seperti itu, seperti ditinggal mati kucing kesayangan saja?” tanya Si Bajak suatu pagi.
Flu Burung oleh Rahmadi
“Nangis apa... hidung ni yang bikin ulah, sejak kemarin meler terus karena flu....”
“Flu burung, ya.....” potong Si Bajak.
“Enak saja..... sampai hari ini bu-rungku sehat walafiat dan masih berkicau setiap saat, cuma hidung ini yang tidak mau kompromi....” kata Ucok.
Flu Burung oleh Rahmadi
“Oo.... kupikir burungmu yang kena flu, sebab saat ini sedang ramai orang bicarakan soal flu burung....” kata Si Bajak.
Flu Burung oleh Rahmadi
“Tapi Jak, kalau flu burung ini sempat masuk di Mentawai bisa kacau kita. Kabarnya susah sekali mengobati penyakit ini, apalagi masyarakat Mentawai kan banyak yang tinggal di perkampungan jauh dari rumah sakit. Bisa banyak korban tewas jika flu burung ini berjangkit di Mentawai,” kata Ucok panjang lebar.
Flu Burung oleh Rahmadi
“Ah.... itu tidak mungkin Cok, Mentawai kan jauh dari daratan Sumatra dan dipisahkan oleh laut luas,” kata Si Bajak.
Flu Burung oleh Rahmadi
“Bajak lupa, saat ini di Mentawai kan sudah ada pedagang yang menjual ayam potong, dan semua itu didatangkan dari Padang, sementara di Padang dan Sumatra pada umumnya, flu burung sudah banyak menyerang, jadi selagi Mentawai masih mendatangkan ayam potong dari Padang, tidak mustahil flu burung juga akan menyebar di Mentawai,” jelas Ucok.
Flu Burung oleh Rahmadi
“Benar juga yang kau bilang itu Cok, sekarang bagaimana kalau situasinya kita balik, kita stop mendatangkan ayam dari Padang, dan kita rawat dengan baik ayam-ayam kampung di Mentawai, suatu saat nanti kita bisa kirim ayam ke Padang, pasti harganya mahal, karena persediaan ayam di Padang sedikit sementara yang memerlukan banyak, jadi bisa untung banyak kita,” kata Si Bajak.
Flu Burung oleh Rahmadi
“Wah ide cerdas itu Jak, tapi bagaimana kita nyetopnya? Emangnya kita ini siapa? Kapal yang mengangkut ayam-ayam itu juga bukan kita punya, kalau kita pejabat, pasti nggak sulit membuat kebijakan nyetop masuknya ayam ke Mentawai....” komentar Ucok.
Flu Burung oleh Rahmadi
“Iya... ya... Cok, kita orang kecil ini sering banyak sekali angan-angan, tapi Cok, menurutmu kira-kira para pejabat di Tuapejat sana pernah mikir seperti yang kita pikirkan apa enggak ya....” tanya si Bajak.
Flu Burung oleh Rahmadi
“Kalau itu aku nggak tahu Jak, yang aku tahu mereka tiap bulan menerima uang gaji sebagai PNS, tidak seperti kita yang harus memelihara ternak dan tanaman, serta sesekali berburu dan menangkap ikan untuk memenuhi hidup sehari-hari.....” kata Ucok
Flu Burung oleh Rahmadi
“Tapi aku percaya Cok, pasti setidak-tidaknya mereka pernah mendengar tentang flu burung ini, karena radio sudah sering menyiarkan “ kata Si Bajak.
Flu Burung oleh Rahmadi
“Iya Jak, apalagi mereka di Tuapeijat pasti bisa dapat informasi dari televisi....” jawab Ucok.
Flu Burung oleh Rahmadi
Sementara, mereka asyik menggunjingkan pejabat dan flu burung, sayup-sayup terdengar lantunan lagu dangdut....”Burung-burung siapa.....dalam sangkar sendirian.....”
Flu Burung oleh Rahmadi


Flu Burung oleh Rahmadi
Artikel Suara Daun Lain
HPH KAM Ambil Untung Lalu Pergi
oleh Sandang Paruhum
Senin 03 November 2008 - 13:23:31
Al-Itsnayna, 4 Dhul Qada 1429 H - 13:23:31
Makan Bohong
oleh Gerson Merari Saleleubaja
Kamis 11 September 2008 - 12:02:28
Al-Hamis, 10 Ramadan 1429 H - 12:02:28
Mulai Menjamur
oleh Gerson Merari Saleleubaja
Rabu 03 Oktober 2007 - 10:42:40
Al-Arba'a, 21 Ramadan 1428 H - 10:42:40
Beras dan Sagu
oleh Rahmadi
Selasa 06 Maret 2007 - 10:17:51
Ats-Tsalatsa, 16 Safar 1428 H - 10:17:51
Terlambat Lagi
oleh Rahmadi
Sabtu 24 Februari 2007 - 17:00:12
As-Sabt, 6 Safar 1428 H - 17:00:12
Arti Sebuah Nama
oleh Rahmadi
Rabu 21 Februari 2007 - 13:39:31
Al-Arba'a, 3 Safar 1428 H - 13:39:31
Tahun Baru
oleh Rahmadi
Rabu 21 Februari 2007 - 09:48:54
Al-Arba'a, 3 Safar 1428 H - 09:48:54
Swakelola
oleh Rahmadi
Selasa 20 Februari 2007 - 17:40:12
Ats-Tsalatsa, 2 Safar 1428 H - 17:40:12
Rakyat dan Pejabat
oleh Rahmadi
Senin 06 November 2006 - 13:52:00
Al-Itsnayna, 14 Shawwal 1427 H - 13:52:00
Bebas
oleh Rahmadi
Selasa 03 Oktober 2006 - 10:33:07
Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:33:07
Bebas
oleh Rahmadi
Selasa 03 Oktober 2006 - 10:31:27
Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:31:27
Sisa Pilkada
oleh Rahmadi
Sabtu 23 September 2006 - 12:26:55
As-Sabt, 29 Sha'ban 1427 H - 12:26:55
Pilkada Pun Usai
oleh Rahmadi
Jumat 22 September 2006 - 15:38:25
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 15:38:25
TPS
oleh Rahmadi
Jumat 22 September 2006 - 14:43:46
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 14:43:46
Kampanye
oleh Rahmadi
Jumat 22 September 2006 - 14:40:29
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 14:40:29
Copyright (c) Tabloid Alternatif Puailiggoubat
Design by Djamboe WebDesign