Tabloid Puailiggoubat
Tabloid Puailiggoubat Edisi 145/Tahun VII, 15-31 Mei 2008
Polling


Apakah anda setuju HPH PT Salaki Summa Sejaterah (SSS) mengambil kayu dari Mentawai?



Setuju

Tidak Setuju



Dipublikasikan oleh Rus Akbar
Pemilih: 2299 Komentar: 18
Jajak pendapat sebelumnya

Online
Pengunjung: 3, Anggota: 0 ...

paling banyak online: 236
(Anggota: 0, Pengunjung: 236) pada 06 Jun : 01:13
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom
Username:

Password:


ingat informasi login
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai
Abjad Pertama Judul Tulisan
& ( A B C D E F G H I J K L M N P R S T U semuanya Daftar
02 20
Ats-Tsalatsa, 2 Safar 1428 H - 17:45:41
oleh: Hardigowonto

Pemerhati Masalah Kemasyarakatan

Sebenarnya, pemandangan kesibukan buruh di pelabuhan Muara (Padang) untuk bongkar-muat merupakan hal yang lumrah saja. Mungkin, karena itulah dianggap sebagai suatu rutinitas kehidupan dan tidak ada sesuatu yang perlu dianalisa. Saya berpandangan lain.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Khusus pada Senin, 4 Desember 2006, sore, kebetulan saya mempunyai suatu urusan titipan surat ke Pokai (Siberut Utara). Kala itu, saya melihat banyaknya barang yang sedang dimasukkan ke dalam ‘perut’ kapal Sumber Rezeki Baru, dengan tujuan Muara Siberut dan Muara Sikabaluan. Berbagai jenis barang dimuat, mulai dari sembilan bahan pokok (sembako), hingga alat penyuling minyak nilam yang terakhir masuk sesaat kapal akan bertolak.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Dari pengamatan tersebut, saya berkesimpulan bahwa kebutuhan masyarakat Kepulauan Mentawai, mulai dari ujung utara (Kecamatan Siberut Utara) hingga ujung selatan (Kecamatan Pagai Utara Selatan) amat tergantung pada pasokan dari Padang. Mulai dari beras, tepung, gula, minyak goreng, hingga tempat tidur yang mewah dibeli di Padang.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Begitupun dengan berbagai alat elektronik, bahan bangunan, bahkan air minum dalam kemasan berbagai merek ‘diimpor’ dari Padang.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Lewat pemandangan rutin seperti itu, dalam pikiran saya tersimpul bahwa masyarakat Ke-pulauan Mentawai adalah segmen pemasaran yang potensial. Sebagai konsumen, masyarakat Mentawai membeli berbagai keperluan yang menjadi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan bersifat primer, sekunder, maupun tersier (demikian dikenal pembagian kebutuhan manusia menurut ilmu ekonomi). Mentawai adalah lahan garapan yang besar bagi para pedagang eceran maupun grosir, baik pemain lama maupun pendatang baru.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Seandainya, sekali pengiriman barang-barang tersebut bernilai sekitar dua ratus juta rupiah; maka nilai transaksi perekonomian tersebut dalam satu bulan menjadi sekitar satu miliar rupiah. Itu baru muatan yang dibawa ke Pulau Siberut.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Diasumsikan, nilai setara untuk pengiriman ke Sipora dan Sikakap; maka dalam satu bulan berlangsung transaksi bisnis sebesar Rp3 miliar, atau Rp36 miliar dalam satu tahun. Semuanya masih bersifat asumsi, kecuali kalau didapat data dari pihak pelabuhan Muara.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Harus Disediakan
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Dapat dibayangkan jumlah uang yang mesti dibayar masyarakat Mentawai agar kebu-tuhannya dapat terpenuhi, dalam jangka waktu satu bulan ataupun dua belas bulan. Di sisi pengeluaran masyarakat setempat, maka uang senilai Rp3 miliar sebulan harus disediakan agar kebutuhannya da-pat terpenuhi. Harus tersedia uang sebanyak itu agar tidak terjadi ‘besar pasak dari pada tiang’, artinya besar belanja daripada pendapatan.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Terlepas dari hitung-hitungan ekonomi yang cukup rumit tersebut, penulis melihat dari sisi lain, yakni bagaimana kebutuhan hidup tersebut terpenuhi melalui pendapatan yang dimiliki.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Artinya, masyarakat Mentawai tidak hanya berposisi sebagai konsumen alias penikmat belaka atas semua produk dari luar, tapi juga mampu berposisi sebagai produsen. Dalam ilmu ekonomi, tiap individu mempunyai dua posisi tersebut. Masalahnya, bagaimana dengan masyarakat Mentawai?
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Saya yakin, masyarakat Mentawai yang ada di tepi pantai, terutama di ibukota kecamatan mampu melaksanakan dua peran, sebagai produsen dan konsumen. Tapi, bagaimana dengan masyarakat Mentawai yang masih berada di pedalaman?
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Saya yakin, sebagaimana di tempat lain pun, masyarakat yang masih sangat sederhana kehidupannya tidak mempunyai tingkat kebutuhan yang sama dengan masyarakat yang lebih maju. Alam telah menyediakan untuk digunakan. Namun, dengan melihat perkembangan masyarakat ke arah modernisasi, saya melihat masyarakat pedalaman pun perlahan tapi pasti mulai menjadi konsumen dari produk yang dibawa dari luar Mentawai, khususnya dari Padang.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Menjadi konsumen, jelaslah suatu posisi mudah untuk ditempati orang Mentawai. Tak heran, tatkala perusahaan yang memegang hak pengelolaan hutan (HPH) masih ada, setumpuk uang kompensasi bakal segera ludes, tandas, habis untuk membeli berbagai keperluan yang belum tentu dibutuhkan. Khusus untuk satu hal ini, saya melihat hampir sebagian besar warga belum mempunyai kebiasaan menabung (mungkin karena bank belum ada). Saya yakin pula, tatkala musim cengkeh berbuah di awal Januari 2007, banyak orang Mentawai menjadi OKB (orang kaya baru) mendadak, tetapi dalam posisi sebagai konsumen.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Terbuang Mubazir
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Kembali pada persoalan menjadi produsen, penulis sempat mendengar kisah unik sehubung-an dengan minyak goreng. Ceritanya, di Kepulauan Mentawai banyak terdapat pohon kelapa sebagai bahan mentah untuk minyak goreng. Namun, seberapalah warga yang mampu membuat minyak goreng dari kelapa. Akhirnya, kelapa dijual ke Padang dengan harga yang rendah untuk dibawa ke Padang. Sesampai di Padang, minyak kelapa diolah dan akhirnya dijual kembali ke Mentawai dengan harga yang lebih tinggi. Di Mentawai, warga menjual kelapa untuk mendapatkan minyak kelapa yang telah diolah tersebut. Suatu ironi memang, tapi itulah kenyataannya.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Dari kisah singkat tersebut, penulis merefleksikan bahwa untuk menjadi produsen atau mampu memberikan ‘nilai tambah’, ataupun ‘nilai lebih’ di Mentawai belum menjadi suatu prioritas. Padahal, di Mentawai banyak bahan mentah yang dapat diolah, entah pisang, sukun, keladi, sagu, kelapa sehingga lebih bernilai ekonomis. Sebab itu, tak heran bila pada suatu musim tertentu, banyak bahan mentah yang ada di Mentawai terbuang begitu saja, mubazir, menjadi makanan babi, dan sejenisnya. Kalaupun ada pengolahan, masih di tingkat konvensional dan tradisional.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Lewat tulisan sederhana yang singkat ini, penulis mengajak semua pihak, mulai dari kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM), pecinta Mentawai, kalangan lembaga keagamaan yang ada, hingga pemerintah untuk turut mencari upaya pemberdayaan hasil alam dan pemberdayaan sumber daya manusia Mentawai. Mungkin, tulisan ini cocok dialamatkan ke dinas-dinas yang ada dalam koridor ekonomi, keuangan, dan industri (ekuin). Dalam pikiran saya, hingga saat ini ketika naskah ini ditulis, terjadi ketidakse-imbangan neraca perdagangan antara Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan Kota Padang.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Sebab itu, setiap kali pengiriman barang kebutuhan hidup sehari-hari dari Padang, saya selalu berpikir keuntungan yang berhasil diraup oleh kota ini. Sementara di sisi lain, jumlah uang setara itu yang mesti dikeluarkan masyarakat Mentawai untuk memenuhi kebutuhan hidup. Surplus perdagangan bagi Padang, defisit bagi Mentawai. Kalau dalam pertandingan olahraga, Padang lawan Mentawai bernilai satu kosong.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Salah satu solusi yang mungkin dapat meningkatkan nilai tambah bahan mentah di Mentawai adalah dengan mendatangkan investor. Bila selama ini cukup banyak investor, penanam modal di bidang pariwisata, mungkin dapat diberikan kemudahan tertentu bagi investor yang bergerak di bidang manufaktur dan perindustrian, semisal keringanan retribusi daerah, kemudahan perizinan, dan sebagainya.
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Mudah-mudahan, kelak, masyarakat Mentawai tidak hanya mampu sebagai konsumen atau penikmat, tapi juga mampu ‘mengekspor’ produknya ke luar daerah dalam kondisi bernilai tambah. Keladi, manau, pisang, sagu, kelapa, kayu, dan sebagainya tidak dalam keadaan mentah. Nilai tambah tersebut akan menyejahterakan masyarakat Mentawai, karena tercipta sejumlah lapangan kerja yang mengolah nilai tambah itu.


Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai oleh Hardigowonto
Artikel Podium Lain
Bersama, Kalian Bisa: Menghalangi Hak Atas Pendidikan (Bagian II)
oleh Rifai
Senin 03 November 2008 - 13:28:33
Al-Itsnayna, 4 Dhul Qada 1429 H - 13:28:33
Bersama, Kalian Bisa: Menghalangi Hak Atas Pendidikan (Bagian I)
oleh Rifai
Senin 03 November 2008 - 13:27:13
Al-Itsnayna, 4 Dhul Qada 1429 H - 13:27:13
(bagian ketiga) Mengapa Pejabat Mentawai Jarang Di Kantor
oleh Rapot Pardomuan Simanjuntak, Wartawan Puailiggoubat
Kamis 23 Oktober 2008 - 12:12:07
Al-Hamis, 22 Shawwal 1429 H - 12:12:07
(bagian kedua) Mengapa Pejabat Mentawai Jarang Di Kantor
oleh Rapot Pardomuan Simanjuntak, Wartawan Puailiggoubat
Kamis 23 Oktober 2008 - 12:09:36
Al-Hamis, 22 Shawwal 1429 H - 12:09:36
(Bagian Pertama) Mengapa Pejabat Mentawai Jarang Di Kantor
oleh Rapot Pardomuan Simanjuntak, Wartawan Puailiggoubat
Kamis 23 Oktober 2008 - 12:05:15
Al-Hamis, 22 Shawwal 1429 H - 12:05:15
Corak Mentawai, Mampukah Bertahan ?
oleh Sandang P
Jumat 19 September 2008 - 12:39:42
Al-Jum'a, 18 Ramadan 1429 H - 12:39:42
Geliat Politik Mahasiswa Mentawai
oleh Hardigowonto, S.Ikom
Selasa 09 September 2008 - 22:36:04
Ats-Tsalatsa, 8 Ramadan 1429 H - 22:36:04
Dari Refleksi Empat Tahun PATAS
oleh Hardigowonto
Selasa 06 Maret 2007 - 10:41:53
Ats-Tsalatsa, 16 Safar 1428 H - 10:41:53
Alienasi Mentawai
oleh Berman T. Sibuea
Selasa 06 Maret 2007 - 10:38:05
Ats-Tsalatsa, 16 Safar 1428 H - 10:38:05
Bersama Menolak Kemiskinan di Mentawai
oleh Veraneldy
Sabtu 24 Februari 2007 - 17:02:28
As-Sabt, 6 Safar 1428 H - 17:02:28
Mencabut Sampai ke Akar
oleh Windy Subianto
Sabtu 24 Februari 2007 - 15:58:11
As-Sabt, 6 Safar 1428 H - 15:58:11
Masih Adakah Semangat Kegotongroyongan?
oleh Hardigowonto
Sabtu 24 Februari 2007 - 15:55:48
As-Sabt, 6 Safar 1428 H - 15:55:48
Korupsi, Tindakan Menyengsarakan Rakyat
oleh Joni Kusma. S.Sos
Rabu 21 Februari 2007 - 13:37:55
Al-Arba'a, 3 Safar 1428 H - 13:37:55
Etika Jurnalistik, Tanya Kenapa?
oleh Syofiardi Bachyul Jb
Rabu 21 Februari 2007 - 09:51:54
Al-Arba'a, 3 Safar 1428 H - 09:51:54
Pengaruh Teknologi Terhadap Remaja Masa Kini
oleh Albertina Sakukuret
Selasa 03 Oktober 2006 - 10:41:17
Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:41:17
Pendidikan Sastra Memupuk Kecerdasan
oleh Syafruddin, SPd
Selasa 03 Oktober 2006 - 10:37:26
Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:37:26
Kritik Ideologi Pembangunan Berger
oleh Ignas Iwan Waning
Sabtu 23 September 2006 - 12:38:59
As-Sabt, 29 Sha'ban 1427 H - 12:38:59
Pilkada: Siapa Bilang Rakyat Menang?
oleh Windy Subanto
Sabtu 23 September 2006 - 12:35:11
As-Sabt, 29 Sha'ban 1427 H - 12:35:11
UN dan Logika Terbalik
oleh Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang
Jumat 22 September 2006 - 15:55:35
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 15:55:35
Peranan Satwa Liar di Taman Nasional
oleh Yunaidi, SSi. Staf Balai Taman Nasional Siberut
Jumat 22 September 2006 - 15:52:06
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 15:52:06
Dicari: Bupati Mentawai
oleh Frans R. Siahaan
Jumat 22 September 2006 - 15:28:05
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 15:28:05
Pertahankan Hutan Mentawai,Sebelum Musnah
oleh Novi Handayani, Siswi SMA Negeri 1 Siberut Selatan
Kamis 21 September 2006 - 17:39:23
Al-Hamis, 27 Sha'ban 1427 H - 17:39:23
Koalisi Partai Politik, Efektifkah? (Analisis Pilkada Mentawai)
oleh Frans R. Siahaan
Kamis 21 September 2006 - 17:36:00
Al-Hamis, 27 Sha'ban 1427 H - 17:36:00
Hari Gini LKPj Masih Ngak Jujur?
oleh Frans R. Siahaan
Senin 15 Mei 2006 - 19:52:23
Al-Itsnayna, 16 Rabi Al-Thani 1427 H - 19:52:23
Jalan (Masih) Panjang Membangun Gerakan Sosial (Jelang Kongres I Masyarakat Adat Mentawai)
oleh Frans R. Siahaan
Senin 15 Mei 2006 - 19:47:50
Al-Itsnayna, 16 Rabi Al-Thani 1427 H - 19:47:50
Mengapa Harus Beras dan Meminggirkan Sagu?
oleh Frans R. Siahaan
Senin 15 Mei 2006 - 19:45:40
Al-Itsnayna, 16 Rabi Al-Thani 1427 H - 19:45:40
Perlu Manajemen Resiko Bencana Tsunami Di Mentawai
oleh Frans R. Siahaan
Senin 15 Mei 2006 - 19:44:06
Al-Itsnayna, 16 Rabi Al-Thani 1427 H - 19:44:06
Polisi+Jaksa (Mentawai) ≠ Memberantas Korupsi
oleh Frans R. Siahaan
Senin 15 Mei 2006 - 19:42:38
Al-Itsnayna, 16 Rabi Al-Thani 1427 H - 19:42:38
Proyek Toponimi dan Dugaan Korupsi
oleh 5
Senin 15 Mei 2006 - 19:38:59
Al-Itsnayna, 16 Rabi Al-Thani 1427 H - 19:38:59
Pilkada dan Harapan Masyarakat Mentawai
oleh Joni Kusma, S.Sos
Kamis 04 Mei 2006 - 17:22:55
Al-Hamis, 5 Rabi Al-Thani 1427 H - 17:22:55
Suara Daun
oleh Rachmadi
Kamis 04 Mei 2006 - 17:20:20
Al-Hamis, 5 Rabi Al-Thani 1427 H - 17:20:20
Melihat Anak Mentawai Menatap Masa Depan (Tanggapan Atas Tulisan Nelsen Sekerebau)
oleh Frans R. Siahaan
Minggu 05 Maret 2006 - 22:46:11
Al-Ahad, 4 Safar 1427 H - 22:46:11
Kendala Pendidikan di Bumi Sikerei
oleh Nelsen Sukerebau, S.Th
Jumat 17 Februari 2006 - 22:44:43
Al-Jum'a, 18 Muharram 1427 H - 22:44:43
Setahun Uji Coba Bumen di Siberut
oleh Aldes F
Jumat 03 Februari 2006 - 01:48:55
Al-Jum'a, 4 Muharram 1427 H - 01:48:55
Polisi+Jaksa (Mentawai) ≠ Memberantas Korupsi
oleh Frans R. Siahaan
Jumat 18 November 2005 - 22:04:16
Al-Jum'a, 16 Shawwal 1426 H - 22:04:16
Problematika Penegakan Hukum Kasus Illegal Logging di Sumbar
oleh Vino Oktavia M
Kamis 03 November 2005 - 20:05:30
Al-Hamis, 1 Shawwal 1426 H - 20:05:30
Copyright (c) Tabloid Alternatif Puailiggoubat
Design by Djamboe WebDesign