Tabloid Puailiggoubat
Tabloid Puailiggoubat Edisi 145/Tahun VII, 15-31 Mei 2008
Polling


Apakah anda setuju HPH PT Salaki Summa Sejaterah (SSS) mengambil kayu dari Mentawai?



Setuju

Tidak Setuju



Dipublikasikan oleh Rus Akbar
Pemilih: 2299 Komentar: 18
Jajak pendapat sebelumnya

Online
Pengunjung: 3, Anggota: 0 ...

paling banyak online: 236
(Anggota: 0, Pengunjung: 236) pada 06 Jun : 01:13
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom
Username:

Password:


ingat informasi login
UN dan Logika Terbalik
Abjad Pertama Judul Tulisan
& ( A B C D E F G H I J K L M N P R S T U semuanya Daftar
09 22
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 15:55:35
oleh: Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang



Aktivitas belajar mengajar sudah dimulai dalam pekan ini. Meskipun telah memasuki tahun ajaran 2006-2007, namun masalah Ujian Nasional (UN) masih tersisa dan tetap relevan sebagai wacana dalam dunia pendidikan.
UN dan Logika Terbalik oleh Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang
Secara psikologis, terutama bagi siswa yang gagal UN, mereka akan mengalami stres-depresif yang hebat. Boleh jadi siswa-siswi yang tidak lulus merupakan pengalaman traumatik. Apalagi jika kegagalan itu menimpa siswa yang memiliki segudang prestasi yang telah diraih, atau bagi peserta didik yang mendapat juara dengan predikat cum laude pada ulangan atau ujian semester, misalnya.
UN dan Logika Terbalik oleh Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang
Lain cerita kalau kegagalan UN menimpa siswa yang memang kurang mampu secara akademik-edukatif. Agak mudah dimaklumi jika siswa gagal UN karena memang siswa tersebut secara kognitif kurang. Kalau itu yang terjadi maka berlaku slogan klasik “rajin (belajar) pangkal pandai, lulus”Semua peserta didik akan terpacu untuk rajin, tekun dan serius belajar supaya lulus atau sukses ujian. Malas belajar bakal tidak lulus, gagal. Itu logis. Semboyan sederhana: ulet belajar pasti lulus. Hemat saya, secara emosional semboyan itu akan sangat membantu siswa agar termotivasi dalam belajar.
UN dan Logika Terbalik oleh Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang
Namun, tidak sedikit siswa kita yang lulus padahal nilai ujian harian anjlok. Menjadi aneh, ada siswa yang telah diprediksi oleh gurunya ‘pasti’ tidak lulus, karena guru jauh lebih tahu kemampuan siswa bersangkutan, tapi ia lulus UN bahkan mendapat nilai tinggi daripada temantemannya.
UN dan Logika Terbalik oleh Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang
[Ketika penulis sebagai guru di SMA Xaverius Curup-Bengkulu, seorang siswa secara kognitif-afektif-psikomotorik mendapat nilai kurang memuaskan bahkan gagal. Tapi, UN yang lalu ia mendapat nilai Bahasa Inggris 9,43. Luar biasa. Semua gurunya heran.

Teman-teman seperjuangannya bengong. Ia sendiri kaget, aneh, kok bisa ya! Baginya, nilai Bahasa Inggris 9,43 itu ibarat mimpi di siang bolong. Sesuatu yang mustahil tapi nyata. Ia sadar tidak mungkin ia mendapat nilai sebagus itu, bahkan ia mendapat nilai Bahasa Inggris yang tertinggi dibandingkan dengan teman-temannya. Padahal, ia menyadari sesungguhnya pemahamannya terhadap bahasa asing itu sangat kurang.
UN dan Logika Terbalik oleh Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang
Gambaran sekilas itu, secara alambawah-sadar bagi adik-adik kelasnya, terpola pikiran berikut: malas belajar, kurang pandai, tidak buat tugas atau PR, sering bolos, tidak aktif dalam pembelajaran, sering keluar ruang ketika proses belajar mengajar berlangsung, tidak masuk sekolah dengan alasan yang irasional, toh akhirnya mereka lulus dalam UN.
Lihatlah, adik-adik kelas beranggapan sekaligus menilai, banyak kakak kelas yang terkenal pandai, cerdas, ulet, selalu juara di kelas, aktif, rajin belajar, les privat mahal-mahal toh mereka tidak lulus. Mentalitas skeptis belajar itulah lambat laun akan tercipta dalam diri anak didik. Bagi saya, rumusan itu termasuk dalam argumentasi logis terbalik.
UN dan Logika Terbalik oleh Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang
‘Hiburan’ Edukatif
Argumentasi prokontra seputar UN bukanlah esensial tulisan ini. Di sini hendak mengedepankan bahwa kegagalan UN tidak berarti bodoh. Ketidaklulusan UN jangan dianggap tidak pandai. Kegagalan yang dialami sebagian peserta didik justru memiliki potensi cemerlang yang kebetulan tidak diuji secara nasional. Maka bagi yang gagal janganlah berkecil hati. Peluang dan kesempatan terbuka lebar bagi kita. Hal itu sejalan dengan gagasan yang dituangkan dalam Multiple Intelligences buku karya Howard Gardner. Anggaplah ini semacam tawaran penyejuk yang membangun dalam dunia edukasi-pedagogik.
UN dan Logika Terbalik oleh Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang
UN adalah bentuk ujian untuk mengukur tingkat kemampuan anak hanya dari sisi kognitif, pemahaman nalar, itupun bentuk tesnya multiple choice dengan empat/lima option. Instrumen tes dalam bentuk pilihan ganda tak akan mampu menggali potensi siswa sesungguhnya. Instrumen pilihan ganda hanya menggali sisi permukaan kognitif dangkal yakni ingatan, pemahaman, dan penerapan. Sisi-sisi psikomotorik dan afeksinya? Padahal kita tahu masih banyak cara untuk mengetahui tingkat kecerdasan siswa, misalnya dengan uraian atau essay test. Ujian bentuk uraian ini sangat membantu untuk mencegah spekulasi, mengetahui tingkat kedalaman atau pemahaman siswa.
UN dan Logika Terbalik oleh Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang
Terhadap realita tersebut, Multiple Intelligences buku garapan Howard Gardner menegaskan bahwa skala kecerdasan yang dipakai selama ini memiliki banyak keterbatasan. Gardner mau membuka cakrawala pemikiran para orangtua dan guru bahwa ada bidang-bidang yang diminati dan mendapat nilai tinggi oleh anak didik. UN dengan tiga mata pelajaran yang diujikan sebetulnya hanya sebagian kecil dari wilayah yang diminati tersebut. Maka kegagalan dalam UN bukanlah penilaian definitif yang melahirkan individu yang psimistis-skeptis tapi sebaliknya menjadi pribadi yang optimistis, penuh daya juang dalam menatap masa depannya.
UN dan Logika Terbalik oleh Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang
Gardner berpendapat kecerdasan seseorang meliputi unsur-unsur kecerdasan matematika-logika, kecerdasan bahasa, musikal, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan interpersonal, dan kecerdasan naturalis.
UN dan Logika Terbalik oleh Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang
Kecerdasan matematika-logika biasanya orang yang termasuk dalam kategori ini mampu berpikir secara induktif dan deduktif, berpikir menurut aturan logika, menyenangi kegiatan menganalisis dan berpikir konseptual, misalnya suka main catur, teka-teki. Kecerdasan bahasa, umumnya orang akan terlihat cerdas dalam mengekspresikan gagasan-gagasannya dengan menggunakan bahasa atau kata-kata, baik lisan maupun tertulis. Mereka suka membaca, menulis karangan, membuat puisi.
UN dan Logika Terbalik oleh Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang
Seseorang yang peka terhadap suara nonverbal di sekitarnya seperti nada dan irama boleh dibilang cerdas secara musikal. Senang mendengarkan irama yang indah, suka mendengarkan kaset, radio, mudah mengekspresikan ide-idenya yang berkaitan dengan musik merupakan ciri kecerdasan musikal. Sedangkan kecerdasan visual-spasial dominan dimiliki pemahat patung atau arsitek yang memiliki kemampuan mengimajinasikan antara objek dan ruang. Anak-anak unggul dalam permainan mencari jejak dalam kegiatan di kepramukaan, misalnya.
Kecerdasan kinestetik amat menonjol pada anak yang unggul dalam salah satu cabang olah raga seperti bulutangkis, berenang, atau pandai menari, trampil bermain akrobat dan bermain sulap merupakan ciri anak yang memiliki kecerdasan kinestetik yang tinggi. Lain lagi dengan kecerdasan interpersonal. Kecerdasan ini biasa dikenal dengan kecerdasan sosial. Anak-anak lebih peka, empatik dengan perasaan orang lain, menjalin relasi yang akrab dengan teman serta memiliki kemampuan istimewa dalam memimpin, mengorganisir.
Kecerdasan intrapersonal lebih peka terhadap perasaan dirinya sendiri, mengenal dengan baik kelemahan dan kelebihan dirinya. Mereka suka melakukan intropeksi diri, refleksi, suka mengoreksi diri dan selalu mencoba memperbaiki dirinya. Mereka menyukai kesunyian dan kesendirian, merenung. Sedangkan kecerdasan naturalis lebih peka terhadap lingkungan alam, misalnya senang berada di pantai, gunung, cagar alam, dan hutan.
UN dan Logika Terbalik oleh Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang
Kiranya dengan pemahaman singkat yang ditawarkan Howard Gardner dalam Multiple Intelligences atau kecerdasan ganda ini kita terbantu untuk mengoreksi keterbatasan cara berpikir yang konvensional mengenai kecerdasan. Tegasnya, kecerdasan tak hanya terbatas pada apa yang diukur dalam tes inteligensi yang sempit melalui ulangan atau ujian di sekolah maupun UN.

UN dan Logika Terbalik oleh Ignas Iwan Waning, Guru SMP Xaverius-Maria, Palembang
Artikel Podium Lain
Bersama, Kalian Bisa: Menghalangi Hak Atas Pendidikan (Bagian II)
oleh Rifai
Senin 03 November 2008 - 13:28:33
Al-Itsnayna, 4 Dhul Qada 1429 H - 13:28:33
Bersama, Kalian Bisa: Menghalangi Hak Atas Pendidikan (Bagian I)
oleh Rifai
Senin 03 November 2008 - 13:27:13
Al-Itsnayna, 4 Dhul Qada 1429 H - 13:27:13
(bagian ketiga) Mengapa Pejabat Mentawai Jarang Di Kantor
oleh Rapot Pardomuan Simanjuntak, Wartawan Puailiggoubat
Kamis 23 Oktober 2008 - 12:12:07
Al-Hamis, 22 Shawwal 1429 H - 12:12:07
(bagian kedua) Mengapa Pejabat Mentawai Jarang Di Kantor
oleh Rapot Pardomuan Simanjuntak, Wartawan Puailiggoubat
Kamis 23 Oktober 2008 - 12:09:36
Al-Hamis, 22 Shawwal 1429 H - 12:09:36
(Bagian Pertama) Mengapa Pejabat Mentawai Jarang Di Kantor
oleh Rapot Pardomuan Simanjuntak, Wartawan Puailiggoubat
Kamis 23 Oktober 2008 - 12:05:15
Al-Hamis, 22 Shawwal 1429 H - 12:05:15
Corak Mentawai, Mampukah Bertahan ?
oleh Sandang P
Jumat 19 September 2008 - 12:39:42
Al-Jum'a, 18 Ramadan 1429 H - 12:39:42
Geliat Politik Mahasiswa Mentawai
oleh Hardigowonto, S.Ikom
Selasa 09 September 2008 - 22:36:04
Ats-Tsalatsa, 8 Ramadan 1429 H - 22:36:04
Dari Refleksi Empat Tahun PATAS
oleh Hardigowonto
Selasa 06 Maret 2007 - 10:41:53
Ats-Tsalatsa, 16 Safar 1428 H - 10:41:53
Alienasi Mentawai
oleh Berman T. Sibuea
Selasa 06 Maret 2007 - 10:38:05
Ats-Tsalatsa, 16 Safar 1428 H - 10:38:05
Bersama Menolak Kemiskinan di Mentawai
oleh Veraneldy
Sabtu 24 Februari 2007 - 17:02:28
As-Sabt, 6 Safar 1428 H - 17:02:28
Mencabut Sampai ke Akar
oleh Windy Subianto
Sabtu 24 Februari 2007 - 15:58:11
As-Sabt, 6 Safar 1428 H - 15:58:11
Masih Adakah Semangat Kegotongroyongan?
oleh Hardigowonto
Sabtu 24 Februari 2007 - 15:55:48
As-Sabt, 6 Safar 1428 H - 15:55:48
Korupsi, Tindakan Menyengsarakan Rakyat
oleh Joni Kusma. S.Sos
Rabu 21 Februari 2007 - 13:37:55
Al-Arba'a, 3 Safar 1428 H - 13:37:55
Etika Jurnalistik, Tanya Kenapa?
oleh Syofiardi Bachyul Jb
Rabu 21 Februari 2007 - 09:51:54
Al-Arba'a, 3 Safar 1428 H - 09:51:54
Raih Nilai Tambah Berdayakan Alam dan Manusia Mentawai
oleh Hardigowonto
Selasa 20 Februari 2007 - 17:45:41
Ats-Tsalatsa, 2 Safar 1428 H - 17:45:41
Pengaruh Teknologi Terhadap Remaja Masa Kini
oleh Albertina Sakukuret
Selasa 03 Oktober 2006 - 10:41:17
Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:41:17
Pendidikan Sastra Memupuk Kecerdasan
oleh Syafruddin, SPd
Selasa 03 Oktober 2006 - 10:37:26
Ats-Tsalatsa, 10 Ramadan 1427 H - 10:37:26
Kritik Ideologi Pembangunan Berger
oleh Ignas Iwan Waning
Sabtu 23 September 2006 - 12:38:59
As-Sabt, 29 Sha'ban 1427 H - 12:38:59
Pilkada: Siapa Bilang Rakyat Menang?
oleh Windy Subanto
Sabtu 23 September 2006 - 12:35:11
As-Sabt, 29 Sha'ban 1427 H - 12:35:11
Peranan Satwa Liar di Taman Nasional
oleh Yunaidi, SSi. Staf Balai Taman Nasional Siberut
Jumat 22 September 2006 - 15:52:06
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 15:52:06
Dicari: Bupati Mentawai
oleh Frans R. Siahaan
Jumat 22 September 2006 - 15:28:05
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 15:28:05
Pertahankan Hutan Mentawai,Sebelum Musnah
oleh Novi Handayani, Siswi SMA Negeri 1 Siberut Selatan
Kamis 21 September 2006 - 17:39:23
Al-Hamis, 27 Sha'ban 1427 H - 17:39:23
Koalisi Partai Politik, Efektifkah? (Analisis Pilkada Mentawai)
oleh Frans R. Siahaan
Kamis 21 September 2006 - 17:36:00
Al-Hamis, 27 Sha'ban 1427 H - 17:36:00
Hari Gini LKPj Masih Ngak Jujur?
oleh Frans R. Siahaan
Senin 15 Mei 2006 - 19:52:23
Al-Itsnayna, 16 Rabi Al-Thani 1427 H - 19:52:23
Jalan (Masih) Panjang Membangun Gerakan Sosial (Jelang Kongres I Masyarakat Adat Mentawai)
oleh Frans R. Siahaan
Senin 15 Mei 2006 - 19:47:50
Al-Itsnayna, 16 Rabi Al-Thani 1427 H - 19:47:50
Mengapa Harus Beras dan Meminggirkan Sagu?
oleh Frans R. Siahaan
Senin 15 Mei 2006 - 19:45:40
Al-Itsnayna, 16 Rabi Al-Thani 1427 H - 19:45:40
Perlu Manajemen Resiko Bencana Tsunami Di Mentawai
oleh Frans R. Siahaan
Senin 15 Mei 2006 - 19:44:06
Al-Itsnayna, 16 Rabi Al-Thani 1427 H - 19:44:06
Polisi+Jaksa (Mentawai) ≠ Memberantas Korupsi
oleh Frans R. Siahaan
Senin 15 Mei 2006 - 19:42:38
Al-Itsnayna, 16 Rabi Al-Thani 1427 H - 19:42:38
Proyek Toponimi dan Dugaan Korupsi
oleh 5
Senin 15 Mei 2006 - 19:38:59
Al-Itsnayna, 16 Rabi Al-Thani 1427 H - 19:38:59
Pilkada dan Harapan Masyarakat Mentawai
oleh Joni Kusma, S.Sos
Kamis 04 Mei 2006 - 17:22:55
Al-Hamis, 5 Rabi Al-Thani 1427 H - 17:22:55
Suara Daun
oleh Rachmadi
Kamis 04 Mei 2006 - 17:20:20
Al-Hamis, 5 Rabi Al-Thani 1427 H - 17:20:20
Melihat Anak Mentawai Menatap Masa Depan (Tanggapan Atas Tulisan Nelsen Sekerebau)
oleh Frans R. Siahaan
Minggu 05 Maret 2006 - 22:46:11
Al-Ahad, 4 Safar 1427 H - 22:46:11
Kendala Pendidikan di Bumi Sikerei
oleh Nelsen Sukerebau, S.Th
Jumat 17 Februari 2006 - 22:44:43
Al-Jum'a, 18 Muharram 1427 H - 22:44:43
Setahun Uji Coba Bumen di Siberut
oleh Aldes F
Jumat 03 Februari 2006 - 01:48:55
Al-Jum'a, 4 Muharram 1427 H - 01:48:55
Polisi+Jaksa (Mentawai) ≠ Memberantas Korupsi
oleh Frans R. Siahaan
Jumat 18 November 2005 - 22:04:16
Al-Jum'a, 16 Shawwal 1426 H - 22:04:16
Problematika Penegakan Hukum Kasus Illegal Logging di Sumbar
oleh Vino Oktavia M
Kamis 03 November 2005 - 20:05:30
Al-Hamis, 1 Shawwal 1426 H - 20:05:30
Copyright (c) Tabloid Alternatif Puailiggoubat
Design by Djamboe WebDesign