Pemimpin Umum Tabloid PuailiggoubatSi Ucok gerah karena banyak temannya, ya para pemuda sebayanya, sudah berancang-ancang berlagak mendukung pasangan calon manapun yang bersedia memberikan kaos, apalagi uang transportasi dan konsumsi untuk kampanye.
Kampanye oleh RahmadiSi Ugai yang sehari-hari menjadi tukang ojek sudah tidak sabar menunggu musim kampanye.
Kampanye oleh Rahmadi“Yang penting ubek (rokok) lancar, uang minyak diberi, perut kenyang, baju pun dapat,†kata Ugai dua hari lalu. “Siapapun calonnya, apapun partainya, yang penting kita dapat ubek, mukop, bulagat, dan baju,†tambahnya.
Kampanye oleh Rahmadi“Ya, apapun makanannya yang penting minumnya Teh Sosro, ya pokoknya Bikin Hidup Makin Hidup,†jawab Ucok sekenanya meniru iklan di TV kepada sahabatnya itu.
Tapi dalam hati Ucok kesal. Ia gerah melihat sikap temannya yang tidak peduli dengan nasib Mentawai itu. Maka ia tumpahkan kegerahannya kepada Si Bajak yang ditemukannya duduk termenung di bawah pohon besar yang rindang.
Kampanye oleh Rahmadi“Kalau pemuda Mentawai seperti itu semua daerah kita ini tidak akan maju, Jak, nasib kita akan tetap seperti ini, bagaimana tidak kalau kita hanya mementingkan diri sendiri, keuntungan sesaat sendiri, hasilnya juga akan kembali mengacaukan daerah kita ini,†kata si Ucok berapi-api.
Kampanye oleh RahmadiSi Bajak hanya tersenyum. Tapi si Ucok melihat senyum si Bajak agak getir, kalau tidak disebut pahit. Lho, ada apa dengan si Bajak yang biasanya ceria. Ada apa Bajak? Eh, sebelum bertanya si Bajak sudah ngomong.
Kampanye oleh Rahmadi“Cok, kamu punya ubek nggak? Pagi-pagi kerongkongan kering, gula habis rokok tak punya,†kata si Bajak.
Kampanye oleh RahmadiSi Ucok menyodorkan sebatang sigaret yang ia beli dari hasil mengojek. Setelah menghembuskan asap rokok dengan nikmat yang tiada tara, baru si Bajak berkata.
“Itulah Cok, masalah kita sebenarnya, rokok sering putus, perut sering keroncongan, gula sering tak ada, minyak tanah sering habis karena mahal, nah ini ujian terberat kita menolak pemberian dari orang lain,†kata si Bajak.
Kampanye oleh Rahmadi“Nah, itulah Jak, kalau kita tidak punya pendapatan, perekonomian kita morat-marit seperti ini, akibatnya iman sering goyah, tapi kita harus tahu cara keluar dari kesulitan ini, yaitu dengan memilih pemimpin yang dapat memperbaiki ekonomi kita, 28 Agustus Jak, ingat jadwal Pilkada,†kata Ucok bersemangat.
Kampanye oleh Rahmadi“Ah, aku sudah tahu itu Cok, kamu jangan gusar sekali, biarlah temanmu menerima apapun dari calon bupati-wakil bupati dan tim kampanyenya, serta parpol pendukungnya, yang pasti pilihan kita seusai hati nurani, yaitu yang berbobot yang bisa mengubah kondisi kita,†kata Bajak.
“Setuju Jak, kalau ada yang mengiming-imingi sesuatu, itu sudah pelanggaran, dan bisa kita laporkan ke Panwas Pilkada,†balas ucok. Ia mulai senang rupanya.
Kampanye oleh Rahmadi