Tabloid Puailiggoubat
Tabloid Puailiggoubat Edisi 145/Tahun VII, 15-31 Mei 2008
Polling


Apakah anda setuju HPH PT Salaki Summa Sejaterah (SSS) mengambil kayu dari Mentawai?



Setuju

Tidak Setuju



Dipublikasikan oleh Rus Akbar
Pemilih: 2299 Komentar: 18
Jajak pendapat sebelumnya

Online
Pengunjung: 3, Anggota: 0 ...

paling banyak online: 236
(Anggota: 0, Pengunjung: 236) pada 06 Jun : 01:13
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom
Username:

Password:


ingat informasi login
Asal Usul Nama-Nama Pulau
Abjad Pertama Judul Tulisan
& ( A B C D E F G H I J K L M N P R S T U semuanya Daftar
11 03
Al-Hamis, 1 Shawwal 1426 H - 11:42:32
oleh: Anjel Rusdianto

Dahulu kala orang Mentawai berasal dari satu kampung, yaitu Simatalu di Siberut Utara. Di kampung itu mereka berkumpul, meski memiliki beberapa bahasa.

Konon, mereka dulunya hidup rukun dan saling menghormati satu sama lain. Namun kemudian terjadi perpecahan di antara mereka hanya karena buah sipeu, nama buah yang terdapat di Siberut Selatan. Waktu itu seorang di antara mereka pergi ke hutan dan melihat pohon sipeu. Karena pohon itu sudah berbuah, maka ia membuat lingkaran di tanah, di bawah buah pohon itu.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
"Semoga buah itu jatuh di lingkaran yang kubuat dan itu berarti buah itu akan menjadi milikku," katanya meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumah.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
Tak lama kemudian datang lagi orang yang lain. Ia melihat buah sipeu yang hampir masak. Ia juga melihat lingkaran di tanah yang baru dibuat orang lain.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
"Aku buat juga lingkaran di tanah, mudah-mudahan salah satu buah sipeu ini jatuh ke lingkaranku," katanya. Setelah membuat lingkaran itu ia pun kembali pulang.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
Esoknya laki-laki pertama kembali mendatangi tempat itu lebih awal. Ia melihat sebuah sipeu jatuh di lingkaran yang ia buat dan sebuah sipeu lagi jatuh di lingkaran lain yang dibuat orang lain. Namun sipeu yang jatuh di lingkarannya jauh lebih kecil dari sipeu yang jatuh di lingkaran lain itu.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
"Sebaiknya cepat-cepat kuganti," katanya.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
Maka ditaruhnya sipeu kecil ke lingkaran orang lain tersebut dan sipeu besar diambilnya dan dibawanya pulang.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
Tak lama kemudian datanglah orang kedua. Ia melihat sebuah sipeu kecil terletak di lingkaran yang ia bikin. Namun ia lihat jejak buah yang tercetak di sana tidak sama dengan buah itu. Jejaknya jauh lebih besar. Dilihatnya di lingkaran milik orang lain, ternyata jejaknya persis sama dengan sipeu yang ia lihat.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
Ia mencoba memahami apa yang telah terjadi. Ia segera pulang membawa sipeu itu dan memakannya di rumah. Namun ia terus merenungkan apa yang sesungguhnya telah terjadi.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
"Seseorang telah berlaku tidak adil," simpulnya.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
Rasa dicurangi membuat hatinya tertekan dan mereka direndahkan. Akhirnya terjadilah pusabuat (perpecahan). Suatu hari pergilah ia meninggalkan kampung itu untuk mencari tempat yang baru dan di sanalah awalnya orang Mentawai memiliki tanah ulayat.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
Orang yang pergi meninggalkan Simatalu berlayar dan sampailah di sebuah daerah yang belum punya nama. Karena daerah itu bermuara dua maka diberi nama "Dua Monga". Setelah diteliti dan diselidiki keadaan daerah tersebut, ternyata mereka tidak cocok dengan iklim dan cuacanya. Mereka menyimpulkan bahwa daerah itu belum sebagus Simatalu.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
Mereka terus melakukan pelayaran dan akhirnya singgah di satu daerah. Sebelum mereka turun, anjing yang mereka bawa turun terlebih dulu. Akhirnya daerah itu diberi nama Majojok. Setelah mereka teliti akhirnya mereka menyimpulkan daerah tersebut juga tidak bagus. Mereka kemudian berlayar kembali selama beberapa hari dan sampailah di sebuah daerah.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
Ketika hendak turun dari sampan, gelang salah seorang dari mereka terjatuh. Karena itu daerah tersebut diberi nama Bele Raksok (gelang jatuh). Setelah menyelidiki daerah tersebut akhirnya mereka juga menyimpulkan daerah tersebut kurang bagus. Akhirnya mereka berlayar kembali.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
Setelah beberapa hari berlayar sampailah mereka di sebuah tempat di Siberut Selatan. Karena pantai di daerah itu bagus dan indah serta berpasir putih, maka mereka beri nama Bulau Buggei (pasir putih). Namun setelah mereka teliti daerah itu juga mereka anggap kurang cocok, akhirnya mereka meninggalkan daerah itu.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
Mereka kembali berlayar dan beberapa hari kemudian berlabuh di sebuah daerah yang memiliki banyak Muntei. Akhirnya mereka memberi nama daerah itu Muntei, daerah itu terletak di Siberut Selatan. Tapi daerah ini mereka simpulkan, juga tidak cocok untuk menetap. Mereka memutuskan untuk kembali berlayar. Dalam perjalanan mereka terkadang ingin kembali ke Simatalu, tetapi itu tidak mungkin lagi.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
Beberapa hari berlayar sampailah mereka di sebuah pulau yang banyak terdapat pohon Paddegat. Tempat itu mereka namakan Mapaddegat, yaitu di Sipora sekarang. Mereka kemudian berlayar lagi dan sampai di Tuapejat, Sipora.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
Di sana belum ada satu pun rumah, kemudian mereka tinggal di sana, membuat ladang dan menanam berbagai macam tanaman hingga tumbuh dan berkembang.
Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto

Naskah ini sebelumnya adalah naskah peserta "Lomba Penulisan Cerita Rakyat Mentawai 2003" yang diselenggarakan YCM dan Puailiggoubat. Ditulis oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja dari Siberut Selatan. Tulisan ini diterbitkan di Tabloid Pualiggoubat edisi 82 setelah diedit oleh sbj.


Asal Usul Nama-Nama Pulau oleh Anjel Rusdianto
Artikel Cerita Rakyat Lain
Patung Penyu di Sungai Pasosoat
oleh Pius Beriuku’ Samangilailai, warga Desa Sioban, Sipora.
Jumat 22 September 2006 - 15:41:54
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 15:41:54
Sibalu Sibailiu Panyanyat
oleh Donatus Samapopoupou
Kamis 21 September 2006 - 17:32:21
Al-Hamis, 27 Sha'ban 1427 H - 17:32:21
Beberapa Kisah di Masa Lampau
oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja
Selasa 14 Maret 2006 - 20:55:57
Ats-Tsalatsa, 13 Safar 1427 H - 20:55:57
Mulanya Biawak Makan Bangkai
oleh Filemon Sabailatty
Jumat 03 Februari 2006 - 01:45:35
Al-Jum'a, 4 Muharram 1427 H - 01:45:35
Manusia Kodok
oleh Fidelis Leman Sakela'asak
Jumat 27 Januari 2006 - 01:25:00
Al-Jum'a, 27 Dhul Hijja 1426 H - 01:25:00
Arti Persahabatan di Mentawai
oleh Andreas Bazatulo Zebua
Minggu 22 Januari 2006 - 02:45:15
Al-Ahad, 22 Dhul Hijja 1426 H - 02:45:15
Singoru-Ngorut dan Si Seggu-Seggu
oleh Pirja Pius Satairarak
Sabtu 17 Desember 2005 - 23:40:20
As-Sabt, 16 Dhul Qada 1426 H - 23:40:20
Sejarah Gua Sipukpuk
oleh Filemon Sabailatty
Sabtu 19 November 2005 - 17:34:56
As-Sabt, 17 Shawwal 1426 H - 17:34:56
Awal Mula Kematian Manusia
oleh Swandi Sakerengan
Kamis 03 November 2005 - 20:03:32
Al-Hamis, 1 Shawwal 1426 H - 20:03:32
Copyright (c) Tabloid Alternatif Puailiggoubat
Design by Djamboe WebDesign