Tabloid Puailiggoubat
Tabloid Puailiggoubat Edisi 145/Tahun VII, 15-31 Mei 2008
Polling


Apakah anda setuju HPH PT Salaki Summa Sejaterah (SSS) mengambil kayu dari Mentawai?



Setuju

Tidak Setuju



Dipublikasikan oleh Rus Akbar
Pemilih: 2299 Komentar: 18
Jajak pendapat sebelumnya

Online
Pengunjung: 1, Anggota: 0 ...

paling banyak online: 236
(Anggota: 0, Pengunjung: 236) pada 06 Jun : 01:13
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom
Username:

Password:


ingat informasi login
Beberapa Kisah di Masa Lampau
Abjad Pertama Judul Tulisan
& ( A B C D E F G H I J K L M N P R S T U semuanya Daftar
03 14
Ats-Tsalatsa, 13 Safar 1427 H - 20:55:57
oleh: Anjel Rusdianto Saleleubaja

Alkisah, konon nenek moyang orang Mentawai pada zaman dahulu hidup lebih baik dan nyaman dibanding turunannya yang ada sekarang. Mereka dapat menikmati kehidupan lebih enak karena serasi hidup dengan alam. Berikut beberapa kisah tentang itu.

Dahulu pohon sagu tidak begitu sulit ditebang. Cukup kulitnya dikupas, mulai dari pangkal, maka keluarlah isinya. Kalau isinya bagus maka dijadikan makanan. Begitu seterusnya. Namun setelah habis isi sagu bagian bawah, maka mereka terpaksa memanjat untuk mendapatkan isi sagu bagian atas, semakin lama semakin tinggi, hingga akhirnya mereka terjatuh.
Beberapa Kisah di Masa Lampau oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja
Sejak itu mereka trauma, hingga akhirnya pohon sagupun diambil dengan cara menebangnya terlebih dulu. Itulah yang terjadi sekarang.
Beberapa Kisah di Masa Lampau oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja
Dahulu konon batang tumbuh sangat panjang. Meski begitu pohonnya tidak pernah tumbang. Karena khawatir nanti pohon itu bisa tumbang maka buru-burulah orang menupangnya dengan kayu (tuturakat). Sampai sekarang bila kita menanam tebu, baik di samping rumah maupun di ladang kalau sudah panjang pasti kita tupang agar tidak rebah.
Beberapa Kisah di Masa Lampau oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja
Dahulu orang Mentawai tidak memelihara ayam karena ada burung ‘ngorut’ atau merpati Mentawai yang dijadikan ayam. Kalau mereka ingin sambal mereka tinggal tangkap dan sembelih dan memakannya sampai puas.
Beberapa Kisah di Masa Lampau oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja
Namun ada orang Mentawai yang memelihara bilou (monyet). Suatu hari ‘ngorut’ datang dan mematuk mata bilou itu hingga tewas. Karena mereka lebih sayang bilou daripada burung, akhirnya ia memukul ‘ngorut’ sehingga burung itu dan burung-burung lainnya yang biasa jinak terbang menjauhi manusia. Saat itulah orang Mentawai terpaksa memelihara ayam.
Beberapa Kisah di Masa Lampau oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja
Dulu manusia juga bisa melihat setan atau ‘taikaleleu’. Mereka sering bertemu, berteman, dan saling tukar pikiran. Lalu suatu hari mereka mengadakan pesta bersama.
Beberapa Kisah di Masa Lampau oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja
Dalam pesta itu manusia memberikan ayam putih kepada ‘taikaleleu’. Akibatnya, taikale-leu bisa melihat manusia, tetapi manusia tidak dapat lagi melihat ‘taikaleleu’. Hanya dukun atau sikerei saja yang dapat melihat mereka.
Beberapa Kisah di Masa Lampau oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja
Terakhir adalah cerita tentang ‘opa’ atau keranjang rotan yang kini biasa disandang orang Mentawai. Konon dulu, keranjang ini tidak disandang, tetapi berjalan sendiri. Tetapi karena jalannya agak lambat maka manusia mengejeknya.
Beberapa Kisah di Masa Lampau oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja
"Lambat sekali kamu berjalan!" kata seorang pemuda yang hendak bergegas ke ladangnya. Karena ia jengkel maka ditendangnya keranjang itu. Akhirnya ‘opa’ itu berkata.
Beberapa Kisah di Masa Lampau oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja
"Sekarang kamu telah menendang aku, karena itu mulai sekarang kamu akan menyandangku."
Beberapa Kisah di Masa Lampau oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja
Apa hendak dikata manusia tidak bisa berbuat apa-apa waktu itu. Tiba-tiba ‘opa’ tidak lagi bisa berjalan dan terpaksa disandang di bahu.***
Beberapa Kisah di Masa Lampau oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja

Tulisan ini sebelumnya naskah peserta Lomba Penulisan Cerita Rakyat Mentawai (Pumumuan) Pualiggoubat-YCM, 2003 kategori umum. Ditulis oleh: Anjel Rusdianto Saleleubaja, warga Muara Siberut, Siberut Selatan.

Beberapa Kisah di Masa Lampau oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja
Artikel Cerita Rakyat Lain
Patung Penyu di Sungai Pasosoat
oleh Pius Beriuku’ Samangilailai, warga Desa Sioban, Sipora.
Jumat 22 September 2006 - 15:41:54
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 15:41:54
Sibalu Sibailiu Panyanyat
oleh Donatus Samapopoupou
Kamis 21 September 2006 - 17:32:21
Al-Hamis, 27 Sha'ban 1427 H - 17:32:21
Mulanya Biawak Makan Bangkai
oleh Filemon Sabailatty
Jumat 03 Februari 2006 - 01:45:35
Al-Jum'a, 4 Muharram 1427 H - 01:45:35
Manusia Kodok
oleh Fidelis Leman Sakela'asak
Jumat 27 Januari 2006 - 01:25:00
Al-Jum'a, 27 Dhul Hijja 1426 H - 01:25:00
Arti Persahabatan di Mentawai
oleh Andreas Bazatulo Zebua
Minggu 22 Januari 2006 - 02:45:15
Al-Ahad, 22 Dhul Hijja 1426 H - 02:45:15
Singoru-Ngorut dan Si Seggu-Seggu
oleh Pirja Pius Satairarak
Sabtu 17 Desember 2005 - 23:40:20
As-Sabt, 16 Dhul Qada 1426 H - 23:40:20
Sejarah Gua Sipukpuk
oleh Filemon Sabailatty
Sabtu 19 November 2005 - 17:34:56
As-Sabt, 17 Shawwal 1426 H - 17:34:56
Awal Mula Kematian Manusia
oleh Swandi Sakerengan
Kamis 03 November 2005 - 20:03:32
Al-Hamis, 1 Shawwal 1426 H - 20:03:32
Asal Usul Nama-Nama Pulau
oleh Anjel Rusdianto
Kamis 03 November 2005 - 11:42:32
Al-Hamis, 1 Shawwal 1426 H - 11:42:32
Copyright (c) Tabloid Alternatif Puailiggoubat
Design by Djamboe WebDesign