Tabloid Puailiggoubat
Tabloid Puailiggoubat Edisi 145/Tahun VII, 15-31 Mei 2008
Polling


Apakah anda setuju HPH PT Salaki Summa Sejaterah (SSS) mengambil kayu dari Mentawai?



Setuju

Tidak Setuju



Dipublikasikan oleh Rus Akbar
Pemilih: 2299 Komentar: 18
Jajak pendapat sebelumnya

Online
Pengunjung: 2, Anggota: 0 ...

paling banyak online: 236
(Anggota: 0, Pengunjung: 236) pada 06 Jun : 01:13
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom
Username:

Password:


ingat informasi login
Mulanya Biawak Makan Bangkai
Abjad Pertama Judul Tulisan
& ( A B C D E F G H I J K L M N P R S T U semuanya Daftar
02 03
Al-Jum'a, 4 Muharram 1427 H - 01:45:35
oleh: Filemon Sabailatty

Pada mulanya biawak dengan kura-kura bersahabat. Mereka selalu setia, ke mana mereka pergi selalu berdua. Tetapi biawak mempunyai banyak kelebihan seperti pandai memanjat, berenang, menyelam dan bisa lari cepat. Kura-kura menjadi iri terhadap sahabatnya biawak akhirnya mereka saling menipu.

Pada suatu hari mereka berdua pergi mengambil bibit pisang. Bibit itu mereka bagi, tiap bibit dipotong bagi dua. Pangkalnya untuk kura-kura, ujungnya untuk biawak. Mereka tanam sama-sama dan akhirnya yang tumbuh hanya kepunyaan kura kura.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Biawak hanya diam saja. Dan akhirnya pisang itu berbuah dan masak. Lalu kura-kura menyuruh biawak memanjat pisang untuk mereka. Biawak segera memanjat dan ia langsung makan di sana, kulitnya dibuang untuk kura-kura. Melihat hal itu kutra-kura menyusul dan katanya, "Bawalah aku ke atas, biar kita makan sama sama di sana."
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
"Baik," jawab biawak.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Ia segera turun dan menyuruh kura-kura mengigit ekornya kuat-kuat.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
"Biar aku bawa kamu ke atas, kura-kura mengigit ekor biawak dan mereka naik ke atas."
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Setelah mereka sampai di atas biawak berkata, "Hore! kita sudah sampai di atas! Mari kita tertawa bersama-sama."
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Kura-kura tak sadar mulutnya ternganga lepas dari ekor biawak dan jatuh, tapi terjepit di pelepah pohon enau. Ketika itu lewat seekor rusa jantan, melihat kura-kura bergerak gerak hendak melepaskan diri, berkatalah ia, "Rasakan kau kura-kura, kau nggak bisa memanjat tapi berani naik di atas!"
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Kemudian datang seekor beruk melompat-lompat dari pohon yang satu ke pohon yang lain. Lalu kura-kura berkata, "Saudara, di sini banyak makanan, datanglah biar aku tunjukkan," beruk segera melompati daun enau dan berayun ayun, terbuka pelepah enau itu. Kura-kura jatuh ke bawah tetapi masih tertancap di tanah. Beberapa saat kemudian muncul juga seekor babi hutan.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
"Eh, apa yang kau buat di situ saudara?" tanya babi hutan.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
"Oh, aku mau cari cacing, di sini banyak sekali tapi aku tidak sanggup, kepalaku ini tidak kuat mencungkil tanah yang keras ini, apakah saudara bisa dan kuat?" jawab kura-kura.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
"Oh gampang saja, jawab babi hutan," kata babi hutan yang segera menusukkan muncungnya ke tanah, kura-kura terlempar jauh dan pulang.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Di tengah hutan bertemu kembali rusa jantan itu.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
"Eh! kau sudah lepas, kura-kura? Siapa yang melepaskanmu?" tanya rusa jantan keheranan.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
"Kau mau menguji kemampuanku? Ayo kita ke sana ke tepi laut!" ajak kura-kura. Setelah sampai mereka di sana, air pasang mulai surut.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
"Lihat aku minum air laut ini sampai berkurang," kata kura-kura sambil menyelupkan mulutnya ke air laut.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Sampai pasang akan naik kembali dia berkata pada rusa. "Nah! Sekarang giliranmu!"
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Rusa jantan itu yang tak mau kalah. Ia pun minum dan dipaksa, akhirnya ia mati. Kura-kura pulang sambil tertawa.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Di tepi sungai ia melihat biawak sahabatnya itu sedang mencari ikan. Ia mendekatinya dan tanpa disapa ia kembali pulang mencari akal. Untuk membalas dendam. Lalu ia mencari temannya kura-kura lain. Kemudian menyusun jarak mereka lima-lima meter.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Dan ia pergi lagi ke tepi air mengumpulkan buah rambutan yang rontok dan disembunyikannya. Setelah siap semua ia pergi lagi menemui biawak yang sedang mencari ikan tadi.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
"Hai sahabatku, kau ada di sini ya...." katanya.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
"Saya sedang mencari ikan tapi nggak dapat," jawab biawak.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
"Lebih baik kita selami buah rambutan saja, di sana saya lihat banyak sekali," katanya.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Biawak segera meninggalkan sungai dan pergi mengikuti kura-kura. Setelah mereka sampai di sana, biawak melihat buah rambutan yang masak-masak dan banyak sekali.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Iapun langsung terjun ke dalam air. Kura-kura pun ikut menyelam dengan pura-pura lalu ia naik lagi ke darat. Karena buah rambutan yang kelihatan dalam air itu adalah bayangannya. Berkali kali biawak terjun dalam air sebiji pun tak ditemukan. Ia merasa kesal dan putus asa, lalu kura-kura berkata kepada sahabatnya itu.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
"Lihatlah ini buah rambutan! Aku sekali saja menyelam sudah dapat," katanya sambil mengambil jarak kira-kira lima meter, baru ia tunjukkan buah rambutan yang sebenarnya.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
"Kau tolol, yang kau selami itu hanya bayangannya, lihat ke atas itu yang sebenarnya," katanya.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Biawak menjadi marah dan ia mengejar kura-kura itu. Dan kura-kura cepat bersembunyi. Kemudian biawak berteriak, "Hei dimana kau kura-kura?"
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
"Di sini aku!" jawab kura-kura lain.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Begitu seterusnya, dan akhirnya di antara jarak yang kura-kura atur itu, terdapat sebuah lubang besar dan dalam. Biawak terperosok di dalam lubang itu. Adapun di dalam lubang itu terdapat babi, tikus, dan binatang-binatang kecil lainnya, yang telah mati dan membusuk karena kelaparan.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Biawak pun merasakannya. Setelah beberapa hari lamanya di dalam lubang itu, ia terasa badannya lemas dan untuk mempertahankan hidupnya, ia mencoba makan bangkai yang ada dalam lubang tadi. Karena telah biasa baginya, rasa bangkai jadi enak juga. Dan badannya jadi segar kembali. Mulai saat itu biawak suka sekali makan bangkai.
Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty

Tulisan ini sebelumnya naskah peserta Lomba Penulisan Cerita Rakyat Mentawai (Pumumuan) kategori umum. Ditulis oleh Filemon Sabailatty, warga Salappa, Desa Muntei, Siberut Selatan.


Mulanya Biawak Makan Bangkai oleh Filemon Sabailatty
Artikel Cerita Rakyat Lain
Patung Penyu di Sungai Pasosoat
oleh Pius Beriuku’ Samangilailai, warga Desa Sioban, Sipora.
Jumat 22 September 2006 - 15:41:54
Al-Jum'a, 28 Sha'ban 1427 H - 15:41:54
Sibalu Sibailiu Panyanyat
oleh Donatus Samapopoupou
Kamis 21 September 2006 - 17:32:21
Al-Hamis, 27 Sha'ban 1427 H - 17:32:21
Beberapa Kisah di Masa Lampau
oleh Anjel Rusdianto Saleleubaja
Selasa 14 Maret 2006 - 20:55:57
Ats-Tsalatsa, 13 Safar 1427 H - 20:55:57
Manusia Kodok
oleh Fidelis Leman Sakela'asak
Jumat 27 Januari 2006 - 01:25:00
Al-Jum'a, 27 Dhul Hijja 1426 H - 01:25:00
Arti Persahabatan di Mentawai
oleh Andreas Bazatulo Zebua
Minggu 22 Januari 2006 - 02:45:15
Al-Ahad, 22 Dhul Hijja 1426 H - 02:45:15
Singoru-Ngorut dan Si Seggu-Seggu
oleh Pirja Pius Satairarak
Sabtu 17 Desember 2005 - 23:40:20
As-Sabt, 16 Dhul Qada 1426 H - 23:40:20
Sejarah Gua Sipukpuk
oleh Filemon Sabailatty
Sabtu 19 November 2005 - 17:34:56
As-Sabt, 17 Shawwal 1426 H - 17:34:56
Awal Mula Kematian Manusia
oleh Swandi Sakerengan
Kamis 03 November 2005 - 20:03:32
Al-Hamis, 1 Shawwal 1426 H - 20:03:32
Asal Usul Nama-Nama Pulau
oleh Anjel Rusdianto
Kamis 03 November 2005 - 11:42:32
Al-Hamis, 1 Shawwal 1426 H - 11:42:32
Copyright (c) Tabloid Alternatif Puailiggoubat
Design by Djamboe WebDesign