Dahulu kala ada seorang perempuan yang bersuami seekor kodok. Meski ia bersuami kodok, namun hidupnya boleh disebut normal seperti keluarga lainnya. Hampir setiap hari ia pergi ke kebun keladi.Namun tanpa diketahui istrinya, sebenarnya suaminya juga bisa berubah menjadi manusia. Suatu ketika setelah istrinya pergi, ia menjelma menjadi seorang pemuda dan mendatangi istrinya ke ladang. Seperti seorang laki-laki asing ia mendekati istrinya itu.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak"Hendak pergi ke mana?" sapa istrinya yang menyangka laki-laki itu orang lain.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak"Saya datang hendak menolongmu," jawab laki-laki itu.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakIa langsung bekerja menolong perempuan yang tak lain istrinya itu. Istrinya senang saja dibantu. Sedang bekerja istrinya berkata.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak"Saya selalu sendirian bekerja di kebun ini, sedangkan suami saya hanya di rumah saja, karena ia tidak bisa bekerja dan hanya duduk dan tidur di tempurung," katanya.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak"Kenapa suamimu kerjanya hanya tidur dan duduk di tempurung saja?" tanya laki-laki itu.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak"Karena ia hanya seekor kodok," jawab istrinya.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakAsyik mereka berbicara sambil bekerja tak disangka hari sudang petang. Laki-laki itu pun buru-buru pamitan pulang duluan.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak"Pulanglah dan terima kasih atas bantuannya," kata istrinya.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakTak lama kemudian ia pun pulang ke rumah dan menemukan suaminya seperti biasa, duduk di dalam tempurung. Setelah meletakkan barang-barangnya maka istirahatlah dia.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak"Istriku, aku tahu kamu lelah dan capek mengerjakan ladang kita, aku ingin sekali membantu, tapi apa dayaku," kata si kodok.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakTapi istrinya tidak menghiraukan perkataan itu. Selesai istirahat ia pergi ke sungai untuk mandi. Selesai mandi ia langsung pulang dan ke dapur untuk memasak makanan mereka berdua.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakKedatangan lelaki itu ke ladang tidak sekali itu saja. Ternyata besoknya juga dan bahkan hampir tiap hari. Lama seperti itu akhirnya perempuan itu pun curiga, jangan-jangan laki-laki itu adalah jelmaan suaminya. Maka ia mulai mengatur rencana agar bisa memperhatikan istrinya.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakKebetulan malam hari ada pesta sikerei (punen sikerei) di kampung. Menjelang malam ia pamit kepada suaminya untuk pergi ke tempat pesta. Namun di tengah jalan ia kembali ke rumah dan bersembunyi dekat rumahnya, memperhatikan ke arah pintu.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakBenar saja, tak lama pintu terbuka dan dari sana keluarlah sesosok tubuh laki-laki. Laki-laki itu pergi seperti hendak menyusulnya ke tempat pesta. Ketika lewat dekat dari tempatnya bersembunyi, perempuan itu memperhatikan laki-laki itu dan yakinlah ia itu adalah laki-laki yang setiap hari membantunya di ladang.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakSetelah yakin laki-laki itu pergi jauh, ia kembali ke rumah dan melihat bekas kulit kodok suaminya. Yakinlah dia laki-laki itu jelmaan suaminya. Ia tentu saja tak ingin suaminya kembali menjadi kodok, karena itu dikumpulkannya kulit, tempurung, dan perlengkapan si kodok lainnya, lalu dibakarnya.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakKetika suaminya pulang, istrinya segera bangun.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak"Suamiku, ternyataka kau bisa berubah menjadi manusia, sekarang kulit kodokmu dan alat-alatmu sudah saya bakar dan jangan cari lagi, saya ingin kamu selamanya menjadi manusia," katanya.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak"Memang benar, sebenarnya saya manusia biasa, tapi selama ini saya berubah menjadi kodok agar kamu tidak cemburu," katanya.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakIstrinya bangkit dan memeluk suaminya dengan rasa haru karena suaminya sudah menjadi manusia.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakBeberapa hari kemudian datanglah panggilan kepada suaminya agar ikut ke pesta pembuatan tato. Beberapa jam pergi, datanglah seorang perempuan kepada si istri yang menyampaikan berita buruk bahwa kulit suaminya terkelupas dan jelek.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak"Ia tersiram air panas saat pesta," kata perempuan itu menjelaskan penyebabnya.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakMendengar musibah itu perempuan itu sangat kecewa. Kegembiraannya mendapatkan suami yang normal kembali hilang. Suaminya itu kini telah cacat. Ia marah dan berniat untuk tidak menerima suaminya lagi.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakEsok pagi pulanglah suaminya. Tapi pintu rumah terkunci dari dalam. Ia panggil istrinya. Tapi jawaban yang ia terima sangat ketus dari istrinya.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak"Saya tidak mau membuka pintu, saya tidak mau menerimamu lagi karena kulitmu sudah rusak tersiram air panas," kata istrinya.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak"Tidak, saya tidak pernah tersiram air panas, saya tidak apa-apa," kata suaminya.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakTapi si istri tidak percaya dan terus mengusir.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi," kata suaminya langsung pergi.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakMendengar itu si istri membuka pintu dan menyaksikan tubuh suaminya menjauhi rumah. Betul, ia melihat tubuh itu tanpa cacat, kecuali tato baru yang menghiasi badannya. Ia segera memanggil-manggil agar suaminya kembali. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Hati suaminya sudah terluka. Ia terus menjauh dan istrinya terus mengikutinya di belakang.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakLama mereka berjalan sampailah di hulu sebuah sungai. Di sana terdapat dua batu besar. Si suami meloncat ke atas batu yang satu dan duduk di sana. Ia menunggu istrinya dan menyuruh duduk di atas batu satu lagi.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak"sekarang akhir hidup kita, saya mati akan menjadi bunga batang (peleka') yang kelak digunakan orang untuk ramuan obat-obatan, sedangkan kamu mati akan menjadi batang pisang hutan yang tumbuh di mana orang berladang, tetapi ditebang begitu saja tanpa ada gunanya," katanya.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakDibantingnya dirinya ke atas batu itu dan menjelmalah ia menjadi bunga batang yang cukup banyak. Melihat suaminya tak ada lagi, istrinya pun mengikutinya membanting diri ke atas batu yang didudukinya dan ia menjelma menjadi pisang hutan.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asakBegitulah cerita rakyat Mentawai. Cerita ini mengingatkan kepada kita, jangan selalu mudah percaya omongan orang lain sebelum membuktikan kebenarannya terlebih dulu. Seperti istri si kodok yang akhirnya menerima keburukan dan berakhir dengan kematian.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak
Ditulis oleh Fidelis Leman Sakela'asak dari Dusun Nang-nang, Desa Muara Sikabaluan, Siberut Utara.
Manusia Kodok oleh Fidelis Leman Sakela'asak