oleh Gerson Merari Saleleubaja
Jumat 13 Juni 2008 - 17:01:25
MAILEPPET,
Puailiggoubat - Sudah hampir dua minggu hujan tidak turun di Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, akibatnya air bersih sulit didapat, karena sumur warga kering.
Warga terpaksa mengambil air sungai untuk minum, yang jaraknya cukup jauh dari pemukiman. Air dalam jeriken dan ember besarpun diangkut dengan gerobak atau keranjang.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Dua Minggu Tidak Ada Hujan, Warga Kesulitan Air BersihWarga Muara Siberut yang juga kesulitan air bersih terpaksa mengambil air ke sungai di Maileppet menggunakan sepeda motor dan becak.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Dua Minggu Tidak Ada Hujan, Warga Kesulitan Air BersihSebenarnya, di Maileppet terdapat PDAM yang menyuplai air bersih untuk warga, namun dengan alasan keterbatasan volume air, tidak semua warga yang bisa menikmati fasilitas tersebut.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Dua Minggu Tidak Ada Hujan, Warga Kesulitan Air BersihSelain itu, air bersih dari PDAM juga sudah lama tidak mengalir dengan alasan subsidi bahan bakar untuk menghidupkan mesin pendorong air ke konsumen tidak ada lagi.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Dua Minggu Tidak Ada Hujan, Warga Kesulitan Air BersihAda lagi proyek air bersih dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) 2007. Namun air tidak kunjung mengalir karena masih ada bagian pipa yang belum tersambung.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Dua Minggu Tidak Ada Hujan, Warga Kesulitan Air BersihKemarau juga menyebabkan air sungai Rereiket susut, akibatnya pompong atau perahu mesin yang hendak menuju daerah Madobag maupun Silaoinan membutuhkan waktu lebih lama.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Dua Minggu Tidak Ada Hujan, Warga Kesulitan Air BersihSalah seorang warga Rereiket, Marinus mengatakan, biasanya ia hanya butuh waktu dua jam menuju Muara Siberut menggunakan pompong, tapi karena sungai dangkal, ia menghabiskan waktu 4 – 5 jam. (gsn)