Tabloid Puailiggoubat
Tabloid Puailiggoubat Edisi 145/Tahun VII, 15-31 Mei 2008
Polling


Apakah anda setuju HPH PT Salaki Summa Sejaterah (SSS) mengambil kayu dari Mentawai?



Setuju

Tidak Setuju



Dipublikasikan oleh Rus Akbar
Pemilih: 1815 Komentar: 18
Jajak pendapat sebelumnya

Online
Pengunjung: 6, Anggota: 0 ...

paling banyak online: 236
(Anggota: 0, Pengunjung: 236) pada 06 Jun : 01:13
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom
Username:

Password:


ingat informasi login


Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu

Senin 05 Maret 2007 - 15:30:52
Kategori Lingkungan

Puailiggoubat - Orang Mentawai meninggalkan sagu dan keladi, beralih makan beras. Harga beras melambung, pohon sagu dan keladi pun kembali jadi pilihan.

Sebulan terakhir harga beras di negeri ini melambung tinggi dan nyaris tak terjangkau oleh masyarakat kecil. Di Padang puluhan orang rela antre beras murah dari pemerintah. Bisa dibayangkan berapa harga beras di Mentawai saat ini. Di Saurenuk harga beras saat ini mencapai Rp7 ribu per kilogram. Di Goiso Oinan kini banyak yang beralih makan keladi.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu
Di Siberut, banyak warga beramai-ramai kembali mengolah sagu untuk makanan pokok. Bagi masyarakat Mentawai, pohon sagu sudah lama dikenal sebagai sumber utama karbohidrat. Bahkan di pedalaman Siberut, sagu ibarat ibu yang menjadi saudara sehidup.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu
Hampir setiap keluarga memiliki ladang sagu karena sagu adalah makanan pokok. Pohon sagu tumbuh subur pada rawa-rawa alamiah, ini karena zat-zat makan yang terbawa aliran tanah yang terus-menerus turun dari bukit-bukit berhutan di sekitarnya memenuhi rawa-rawa dan menjadikannya sumber kesuburan yang tidak ada habisnya.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu
Sagu di Siberut menunjukkan pertumbuhan yang menonjol, mencapai 12 meter hanya 8 tahun saja. Dalam khazanah botani atau tumbuh-tumbuhan, pohon sagu termasuk anggota suku Palmae. Sosoknya agak mirip pohon enau. Perbedaannya di pelepah daun.
Pelepah daun sagu ditumbuhi duri-duri seperti pada pelepah daun rotan. Bentuk buahnya mirip salak berukuran lebih besar dan berpetak tiga. Hanya saja tidak bisa dimakan karena rasanya pahit-pahit asam.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu
Ia termasuk palem yang merumpun, berbatang kasap dengan tinggi menjulang sampai 7 - 10 m. Batangnya lebih besar ketimbang enau sampai tak terpeluk oleh tangan orang dewasa. Pohon sagu Metroxylon spec tidak seperti rata-rata anggota suku palem lainnya. Ia menyukai lahan rawa-rawa atau tepi sungai yang selalu tergenang air.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu
Tempat tumbuhnya di dataran rendah hingga ketinggian 120 meter di atas permukaan laut.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu
Pohon sagu mengandung banyak pati atau jika pelepah menjadi keputih-putihan seperti ditaburi kapur atau tepung. Begitu pula ketika bunganya mulai muncul, berarti pohon sagu sudah siap ditebang.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu
Menjelang berbunga, biasanya tangkai daun mudanya memendek sebelum akhirnya pembentukan daun terhenti. Selanjutnya dari tandan-tandan bunga muncul tangkai-tangkai sepanjang kira-kira 8 cm. Saat yang tepat untuk “memanen” sagu diperkirakan antara perkembangan mayang dan munculnya tangkai-tangkai itu, yang waktunya kira-kira satu tahun. Kalau bunga sudah telanjur menjadi buah, kandungan patinya sudah jauh berkurang.
Dari sebatang sagu dewasa yang berumur 12 tahun, bisa dihasilkan sekitar 500 kilogram tepung sagu untuk persediaan makana satu keluarga selama tiga bulan. Secara tradisional di Mentawai mengolah sagu yang disebut menokok sagu. Dari batang yang dibelah, empulur diambil, ditumbuk dalam palung kayu ukuran besar, lantas direndam selama 24 jam.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu
Selanjutnya, diremas-remas hingga serat-seratnya mengambang di permukaan air dan didiamkan. Saat air sudah jernih kembali, serat yang mengambang ditiriskan dan tinggallah tepung sagu berbentuk bubur. Begitu dikeringkan, jadilah tepung sagu dan biasanya juga dibungkus daun sagu.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu
Sagu dari Mentawai sering dibilang lebih murni dan lebih putih warnanya. Pohon sagu sebagai sumber makanan pokok utama memiliki banyak keistimewaan. Bagian dari pohon itu masih berguna. Daunnya dipakai untuk atap rumah, kulit kelopaknya yang licin untuk tas jinjing, keranjang sandang dan tikar.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu
Kulit pohonnya untuk kayu bakar, akarnya untuk kayu bakar, dan dari pucuk pohon sagu yang sudah ditebang masih bisa dipakai untuk sarang ulat. Setelah dibelah dan direndam ke dalam air, beberapa bulan kemudian terdapat kerumunan ulat kumbang sagu atau tamra yang dapat dimakan. Selain itu sagu juga dimanfaatkan untuk makanan ternak. Pohon sagu yang dibelah, langsung diberikan pada babi.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu
Sagu memang tumbuhan yang paling banyak memberi manfaat pada manusia dengan sedikit kerja. Karena untuk membuat tepung sagu dari sebatang pohon hanya dibutuhkan weaktu satu bulan. Sedangkan hasilnya bisa untuk persediaan keluarga selama tiga bulan. Setelah diolah, tabung-tabung yang berisi tepung sagu disimpan dalam kolam yang terendam air dan bisa awet berbulan-bulan.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu
Tepung sagu adalah karbohidrat yang berkalori tinggi. Dalam satu kilogram tepung sagu menghasilkan kalori 2.410 kalori yang cukup digunakan lelaki dewasa untuk bekerja dalam satu hari. Dengan persedian pohon sagu yang tumbuh subur di rawa-rawa masyarakat Siberut merasa kekurangan makanan.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu
Sayangnya, sebagai bahan makanan pokok di Mentawai sagu mulai banyak kehilangan penggemarnya. Tergeser oleh beras sejak zaman Orde Baru. Perlahan-lahan namun pasti masyarakat mulai terbiasa memakan beras. Kini, saat beras mulai mahal, sudah saatnya kita memelihara pohon sagu dan menggunakannya. (ynt/Puailiggoubat)
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Mari Kembali Memelihara Pohon Sagu
email to someone model cetak buat pdf untuk berita ini
Copyright (c) Tabloid Alternatif Puailiggoubat
Design by Djamboe WebDesign