Tabloid Puailiggoubat
Tabloid Puailiggoubat Edisi 145/Tahun VII, 15-31 Mei 2008
Polling


Apakah anda setuju HPH PT Salaki Summa Sejaterah (SSS) mengambil kayu dari Mentawai?



Setuju

Tidak Setuju



Dipublikasikan oleh Rus Akbar
Pemilih: 1815 Komentar: 18
Jajak pendapat sebelumnya

Online
Pengunjung: 9, Anggota: 0 ...

paling banyak online: 236
(Anggota: 0, Pengunjung: 236) pada 06 Jun : 01:13
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
rss1.0
rss2.0
rdf
atom
Username:

Password:


ingat informasi login


Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan

Sabtu 24 Februari 2007 - 16:02:22
Kategori Lingkungan

Puailiggoubat - Tim monitoring dari Bappeda Mentawai prihatin, camat dan kepala desa tak dihiraukan.

Pohon cemara yang tumbuh berjejer dari Pantai Sikabaluan hingga Pokai di Siberut Utara kini mulai menghilang. Pohon yang dijadikan pelindung pantai dari kikisan ombak dan meredam panasnya sengatan matahari, kini lenyap karena ditebang penduduk untuk kayu bakar.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
Penduduk setempat seakan berlomba membabatnya dan mengunakannya menjadi kayu bakar. Akhirnya pohon cemara yang dekat pun dibabat.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
Sebenarnya, bukan cemara saja, tetapi pohon bakau atau mangrove juga ditebang untuk kayu bakar. Padahal, pohon bakau tersebut fungsinya malah lebih penting, karena akarnya yang tunjang dan rapat merupakan daerah asuh untuk anak-anak ikan, udang, dan kepiting yang menjadi mata pencarian nelayan di Sikabaluan. Kalau terus ditebang, tentu ikan-ikan yang selama ini gampang didapatkan tidak lagi punya tempat untuk berkembang.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
Masyarakat kebanyakan membabat cemara dan mangrove untuk kayu api dan sebagian besar dijual untuk bahan kayu bakar pengolahan manau atau penggorengan.Di tempat pengolahan manau di Sikabaluan untuk membersihkan batang manau melalui penggorengan dalam sehari bisa menghabiskan 5 sampai 10 kubik kayu. Satu kubik kayu bakau dan cemara dijual masyarakat Rp3 ribu.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
Bila sehari saja 5 batang bakau atau cemara ditebang, dalam waktu singkat pantai di Sikabaluan hingga Pokai akan gersang dan udaranya makin panas. Begitu juga ikan-ikan akan makin sedikit karena tidak ada lagi akar-akar pohon bakau tempat ikan dan udang bertelur.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
Pantai Muara Sikabaluan kini semakin hari semakin terkikis oleh gelombang laut. Rumah-rumah warga yang dulunya jauh dari bibir pantai semakin dekat, hanya berjarak 4 hingga 15 meter dari bibir pantai.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
Jika pasang besar air laut masuk menggenangi lantai rumah warga.Warga lain yang takut rumahnya dihanyutkan ombak mulai memindahkan rumahnya dengan cara diangkat bersama-sama dipindahkan ke daratan yang agak jauh dari pantai.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
Pohon cemara yang banyak dibabat itu adalah dari proyek reboisasi pantai oleh pemerintah untuk mencegah terkikisany pantai dari air laut. Pohon-pohon itu sebenarnya sudah besar dan rimbun, sayangnya dibabat warga. Penebangan pohon itu banyak dilakukan di Dusun Muara. Kini sudah 100 batang lebih pohon cemara yang ditebang di Dusun Muara.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
Tim monitoring dari Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Dearah) Kabupaten Kepulauan Mentawai yang meninjau pantai Sikabaluan baru-baru ini menyayangkan kelakukan warga yang membabat cemara.warga. Salah seorang anggota tim, Sahat Sagurung menjelaskan, kondisi pantai muara Sikabaluan sangat memprihatinkan.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
“Kami menghimbau warga Sikabaluan jangan lagi melakukan penebangan pohon cemara, kita sama-sama menjaga demi keselamatan kita, jika warga tetap melakukan penebangan, akan membahayakan pantai, terjadilah banjir,” katanya.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
Camat Siberut Utara Elisa Siriparang mengaku sudah memberitahu warga supaya tidak melakukan penebangan pohon cemara tersebut agar warga terhindar dari ancaman abrasi pantai, namun tidak dihiraukan warga.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
“Masyarakat yang menebang pohon ini pemalas mencari kayu bakar ke hutan, saya berharap Dinas Perkebunan memberi sanksi tindakan kepada warga jika kedapatan menebang kayu, “ katanya.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
Ia menyarankan segera dibuat plang besar dengat tulisan melarang penebangan cemara dan bakau di pantai.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
Kepala Desa Sikabaluan Gilong Sakerebau mengatakan, sudah memberikan surat edaran kepada kepala Dusun Muara dan kepala Dusun Nang-Nang untuk memberitahu kepada masyarakat agar pohon cemara itu dipelihara dan tidak boleh ditebang.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
“Saya berharap agar pemerintah kabupaten memberi sanksi, jika tidak ada tindakan dari pemerintah dan membiarkan warga mengambil pohon cemara untuk kayu api, satu persatu pohon itu akan habis dan Muara Sikabaluan itu semakin terkikis oleh ombak sampai ke pemukiman warga,” katanya. (y/jal/Puailiggoubat)
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Perlu Larangan Membabat Mangrove di Pantai Sikabaluan
email to someone model cetak buat pdf untuk berita ini
Copyright (c) Tabloid Alternatif Puailiggoubat
Design by Djamboe WebDesign