Senin 06 Maret 2006 - 16:48:32
Puailiggoubat - Pada masa lalu di Sau-manganya’, Pagai, untuk meminang gadis seorang pemuda atau ‘silainge’ akan membuat janji bertemu di pondoknya.
Bila si pemuda telah menemukan gadis yang ingin dipinangnya, ia akan membuat janji bertemu dengan si gadis di pondok si pemuda di tengah ladang. Untuk menyambut kedatangan si gadis, pemuda itu menyiapkan makanan berupa seekor ayam yang telah dimasaknya.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Ketika Silainge Ingin MeminangSebelumnya si pemuda memberi tanda berupa sebuah tongkat yang diletakkan miring di persimpangan menuju kebun untuk memberi tanda pada teman-temannya agar tidak datang mengganggu.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Ketika Silainge Ingin MeminangBegitu juga dengan si gadis, ia akan meletakkan topi atau ‘tabat leleu’ yang dipakainya di bawah tongkat yang telah diletakkan si pemuda untuk memberitahu teman wanitanya.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Ketika Silainge Ingin MeminangSetelah mereka bertemu, si pemuda menyapa si gadis sebagai tanda bahwa mereka telah sepakat untuk menjalin sebuah hubungan. Si pemuda akan mengajak si gadis mandi di sungai, tetapi di tempat yang berbeda. Si pemuda di hulu sungai sedangkan si gadis mandi di hilir sungai yang letaknya cukup jauh.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Ketika Silainge Ingin MeminangSetelah selesai mandi, mereka kembali ke pondok dan makan bersama. Si pemuda akan menanyakan pada si gadis apakah kedatangannya telah direstui orang tuanya. Biasanya pada masa itu si gadis baru berani menemui si pemuda setelah direstui orang tuannya.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Ketika Silainge Ingin MeminangBila telah ada kesepakatan antara mereka untuk menjalin hubungan lebih serius maka si pemuda akan mengeluarkan sebuah ‘massat’ (alat penyimpan barang yang terbuat dari bambu) untuk memberikan tanda mata pada si gadis. Biasanya sehelai kain.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Ketika Silainge Ingin MeminangSi gadis akan memberikan ‘inu’ atau seuntai kalung manik-manik pada si pemuda.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Ketika Silainge Ingin MeminangPertukaran benda-benda itu menjadi sebuah tanda bahwa mereka sudah bertunangan.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Ketika Silainge Ingin MeminangSetelah pertemuan itu, pada hari-hari berikutnya mereka berdua sudah boleh pergi bersama-sama atau bekerja bersama-sama di kebun. Orang tua maupun warga kampung sudah mengakui bahwa mereka adalah pasangan suami istri. Namun keduanya masih tinggal di rumah orang tua masing-masing sampai mereka mempunyai anak.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Ketika Silainge Ingin MeminangPengasuhan anak diserahkan pada orang tua si pemuda. Sementara pasangan suami istri tadi berusaha mengumpulkan segala perlengkapan dan kebutuhan rumah tangga.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Ketika Silainge Ingin MeminangSampai akhirnya kedua pasang suami istri itu mampu hidup mandiri ditandai dengan mampu memenuhi kebutuhan keluarga, punya rumah dan kebun, barulah mereka bisa hidup bersama dengan anak-anak selayaknya sebuah rumah tangga.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Ketika Silainge Ingin MeminangMaka saat itu diadakanlah punen untuk memasuki rumah tangga yang baru atau semacam upacara perkawinan.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Ketika Silainge Ingin MeminangDalam upacara itu si suami mengambil seekor ayam jantan dan seekor ayam betina dan mengangkatnya di hadapan para orang tua sambil mengucapkan janji perkawinan.
berita Tabloid Alternatif Puailiggoubat: Ketika Silainge Ingin MeminangKini sesuai dengan perkembangan zaman dan aturan agama ynag dianut masyarakat, sistem perkawinan seperti ini tidak lagi diterapkan. (sumber: tarida, saumanganya’hendak ke mana?)