Tradisi otcai atau jatah berupa daging atau makanan lain yang diberikan kepada tiap kepala rumah tangga dengan pembagian yang rata biasa dilakukan masyarakat Mentawai saat ada acara ritual di uma ketika masih menganut Sabulungan ternyata tetap dipertahankan oleh sebagian besar warga, walaupun
Kerei atau biasa disebut sikerei, dukun Mentawai, saat ini makin sulit dijumpai, bukan hanya karena ritual adat yang membutuhkan jasa kerei makin berkurang, tetapi juga disebabkan oleh minat generasi muda yang sangat minim untuk menjadi kerei, meski memang tak sembarang orang bisa menjadi kerei.
Ketika
Turuk laggai itulah tarian budaya dari Mentawai tarian adat yang menyimbolkan binatang yang ada dilingkungan mereka tempati. Liukkan tubuh bukan tarian streeptease yang mengundang syawat diiringi rentakan kaki mengikuti irama gendang (gajeumak) penari menirukan hewan yang ada di alam sekitarnya, hewan
Bagi masyarakat Mentawai khususnya di Pulau Siberut, sagu yang dalam bahasa latin disebut Metroxylon sp merupakan sejenis tanaman yang memiliki nilai penting dalam kehidupan sosial ekonomi dan budaya mereka.Salah satunya, sagu yang setelah diolah menjadi tepung merupakan makanan pokok yang dikonsumsi
Masyarakat Mentawai memiliki kearifan tradisi sendiri dalam mengolah ladang, ada ritual khusus yang tak boleh ditinggalkan, kalau ingin hasil ladangnya maksimal. Berikut tata cara pembukaan ladang di Muntei, Siberut Selatan, hasil penelitian Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang.
Berladang
Berburu merupakan sebuah aktivitas kebanggaan kaum laki-laki Mentawai. Kebanggaan tersebut dapat dilihat dari pajangan tengkorak binatang buruan (abakmanang) di dalam uma.
Selain sebagai ajang menguji keahlian dan ketrampilan menggunakan peralatan berburu (busur dan anak panah), berburu juga menjadi
Sampan masih merupakan alat transportasi utama di Mentawai khususnya bagi masyarakat yang tinggal di pedalaman pulau Siberut. Akses masuk dan keluar perkampungan umumnya ditempuh lewat jalur sungai, mobilitas penduduk sebagian besar juga dilakukan lewat jalur sungai meskipun jalur darat melalui
Berladang merupakan aktivitas penting sebab merupakan salah satu cara pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Di Siberut, perladangan dibuka di sekitar kawasan hutan, dapat pada lokasi yang berbukit-bukit (leleu) dan juga pada lokasi yang datar (su’suk). Namun meskipun demikian berdasarkan
Sikerei masih eksis di Siberut, gempuran zaman modern tak membuatnya terkubur, karena masih banyak yang membutuhkan.
Gerson Merari Saleleubaja
Sudah ratusan tahun kerei hidup dalam peradaban masyarakat Siberut dan sampai saat ini tradisi ini mampu bertahan di tengah arus modernisasi yang menyentuh
Menangguk ikan dalam bahasa Mentawai maninok dilakukan setelah hujan lebat turun. Ini merupakan salah satu kebiasaan masyarakat Saumanganyak, Pulau Pagai, Mentawai dalam mencari ikan. Maninok pada umumnya dilakukan oleh ibu-ibu dan gadis remaja, namun juga kadang diikuti kaum lelaki dengan jumlahnya