Foto & Video

berita » Berita Terbaru
Senin, 19 Juli 2010 Pukul 21:42 WIB

Duta Wisata Mentawai Tolak Perkebunan Sawit

SIBERUT-Duta Wisata Mentawai ternyata juga menolak sawit. Hal ini mereka ungkapkan ke Puailiggoubat 25 Mei lalu.

Yulia Teoranjani, Duta Wisata Siokko Mentawai 2009 dengan tegas menolak rencana perkebunan kelapa sawit di Mentawai. “Bagaimanapun rencana perkebunan kelapa sawit di Mentawai tetap saya  tolak karena akan memberikan dampak negatif yang sangat banyak. Lingkungan akan rusak, flora dan fauna yang ada di Mentawai khususnya di Pulau Siberut yang terdapat primata endemik dan tumbuhan langka lainnya akan musnah kalau perkebunan sawit dibuka. Wisata Mentawai juga akan terancam,  karena keindahan alam Mentawai khususnya Siberut, akan hancur dan membuat wisatawan berpaling,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Andol Sababalat, Duta Wisata Silainge Mentawai 2009.. “Kalau masyarakat menolak maka pemerintah--dalam hal ini bupati--harus membatalkan rencana ini. Kalau kita lihat sebenarnya yang beruntung dalam perkebunan kelapa sawit ini hanya kalangan pebisnis, sementara masyarakat tidak mendapatkan apa-apa,” tegasnya.

Demikain juga halnya dengan Agus.T sebagai Wakil II Silainge Mentawai 2009. Menurutnya perkebunan kelapa sawit akan mengancam keindahan alam Mentawai yang selam ini menjadi nilai jual pariwisata Mentawai. Kalau perkebunan kelapa sawit masuk otomatis hutan Mentawai terancam.  ”Yang jelas sebagai duta wisata kita siap memberikan penolakan terhadap perencanaan perkebunan kelapa sawit ini,” ujarnya.

Selestinus, Duta Wisata Persahabatan Mentawai 2010 mengatakan perkebunan kelapa sawit tidak cocok di Mentawai. Selain merusak lingkungan juga masyarakat Mentawai tidak memilki tradisi berladang skala besar model perkebunan kelapa sawit. “Pemerintah harusnya mendukung perkebunan yang sedang digiatkan masyarakat, seperti coklat dan tanaman lokal yang merupakan tanaman pertahanan pangan seperti sagu, ubi, keladi dan lainnya serta menghormatri tradisi berladang masyarakat lokal yang ada, bukan menghancurkan,” pungkasnya. bs

Contact form