Foto & Video

berita » Berita Terbaru
Jumat, 16 Juli 2010 Pukul 16:27 WIB

Clean Water Program Dusun Gobik Dimulai

BOSUA-CWP (Clean Water Program) yang digagas NGO Surfaid International dengan masyarakat Dusun Gobik, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan dimulai Senin (7/6). Penan

Warga Gobik dalam pertemuan CWP dengan Surfaid Internastiona
datangan kesepakatan telah dilakukan Minggu (6/6) antara masyarakat Dusun Gobik dengan Surfaid International. “Kami berharap, program air bersih ini bisa meningkatkan kesehatan dan perekonomian masyarakat,” ujar Tom Plummer, Manajer Program Surfaid International Wilayah Mentawai.

Dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Dusun Gobik, tokoh-tokoh masyarakat setempat, perwakilan Surfaid International yakni Tom Plummer (manajer program), Ilman Zebua (koordinator proyek), Inggis (staf), serta anggota kelompok yang telah dibentuk untuk pengerjaan proyek warga dan Surfaid menyepakati beberapa hal, antara lain sistem pengerjaan, upah, keamanan dan keselamatan kerja.

Seperti program-program Surfaid lainnya di Mentawai, CWP juga didasarkan atas kebutuhan masyarakat, pengerjaannya dilaksanakan dan diawasi langsung oleh masyarakat. “Surfaid hanya memfasilitasi material dan alat-alat yang dibutuhkan, selebihnya masyarakat, karena masyarakat merasakan air bersih ini sudah menjadi kebutuhan mereka,” ujar Tom lebih jauh.

Kepala Dusun Gobik Sandar Samangilailai membenarkan. “Selama ini kami mengambil air bersih agak jauh, sekitar 500 meter dari pusat dusun, dengan program ini, kami cukup memutar kran di depan rumah,” katanya.

Sandar yakin adanya air bersih yang bisa diakses warga dalam dusun akan mengubah banyak hal, terutama dalam hal kebiasaan, lingkungan, penghasilan dan waktu luang. “Kami akan makin terbiasa hidup bersih, memiliki lingkungan yang sehat, mendapatkan penghasilan lebih dan lebih banyak waktu dengan keluarga,” tambahnya.

“Anak-anak akan lebih senang mandi, ibu-ibu juga nyaman mencuci dan memasak,” ujar dia lagi. “Saat ini di Gobik sudah ada lima KK yang punya jamban keluarga, dengan adanya air bersih dalam dusun, jumlah jamban dipastikan bertambah, karena tak repot lagi ambil air,”katanya.

Sandar menceritakan pengamatannya di Katiet, dusun tetangga. “Ada homestay yang tak diminati turis gara-gara tak punya sarana air bersih, namun begitu pemiliknya menyediakan air bersih dan jamban, homestay-nya tumbuh pesat,” ungkapnya.

Alpaus Samatalu, mantan Kepala Dusun Gobik membenarkan. “Air bersih sangat penting, kita butuh sarana itu,” katanya.

Komitmen Kuat

Dalam kesepakatan tersebut Ilman Zebua kembali mengingatkan komitmen masyarakat untuk mengerjakan dan menjaga kelangsungan proyek. “Saya perlu menegaskan hal ini karena kelangsungan proyek benar-benar tergantung dari komitmen bapak-bapak, kalau komitmen itu dilanggar, kami terpaksa menghentikan proyek, karena hal itu sama saja bapak-bapak tidak serius menginginkan proyek ini,” katanya.

Dari 13 KK atau 197 warga Dusun Gobik, hanya 18 yang bisa berpartisipasi dalam proyek. “Karena itu kelompok kami bagi 3, masing-masing 6 orang, makanya komitmen warga sangat penting, misalnya dalam masalah disiplin dan waktu kerja, sempat satu orang saja absen berkali-kali proyek pasti terancam,” tegasnya.

Untungnya warga Gobik berkomitmen tinggi. “Kita butuh air bersih, kita akan mengerjakan dengan sungguh-sungguh,” ujar Sandar mewakili warganya.  Untuk itu mereka setuju tak ada upah dalam proyek ini. “Upahnya cukuplah air bersih sepanjang tahun,” ujar warga bersemangat.

Ilman membeberkan proyek air bersih di Gobik ini akan dibagi menjadi 3 hal, pertama pembangunan bak pengumpul berukuran 1,5 m (panjang), 1,2 m (lebar) dan 1,2 m (tinggi). Kedua bak penampung dengan ukuran 2 m (panjang), 1,5 m (lebar) dan 1,6 m (tinggi). Ketiga dua keran air. Masa pengerjaan diprediksinya sebulan, 3 minggu pengerjaan dan seminggu masa tenggang.

“Tapi kalau masyarakat bersemangat dan tak ada gangguan cuaca, mungkin bisa lebih cepat, seperti yang terjadi di Dusun Berkat, warga menyelesaikan proyek dengan cepat,” katanya.

Proyek Air Bersih (CWP) adalah salah satu  program Surfaid International di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Proyek Air bersih ini ada di 4 dusun yaitu Dusun Berkat dan  Pukarayat, Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Dusun Gobik, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan  dan Dusun Naipok, Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara. Yang di Dusun Berkat sudah selesai dan diresmikan Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet 11 Mei lalu. ran

Contact form