GOBIK—Kepala Dusun Gobik Sandar Samangilailai mengatakan warganya siap mengubah kebiasaan BAB (buang air besar). “Kami akan mendukung penambahan jamban keluarga di Gobik,” katanya. Kepala dusun yang telah memberi contoh dengan menerima program jamban keluarga dari Surfaid International di rumahnya ini mengatakan akan terus menyosialisasikan program jamban keluarga yang dijalankan staf Surfaid International, Inggis, di Dusun Gobik, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan.
Inggis mengatakan sampai Juni 2010 baru ada 5 KK yang memiliki jamban keluarga di Gobik. “Target kami 13 KK yang ada berjamban semua, tapi di Gobik memang agak telat bila dibanding dengan daerah binaan Surfaid lainnya seperti di Saurausau, Taileleu dan lain-lain, kita akan terus berusaha,” tegasnya.
Warga Gobik yang belum membangun jamban keluarga umumnya BAB di semak-semak dekat kebun kelapa mereka atau di tepi pantai. Kebiasaan ini menyebabkan mereka rentan diserang penyakit, karena kebersihan lingkungan terganggu. “Lalat yang berterbangan membawa kotoran warga kembali ke rumah, mereka hinggap di makanan dan minuman warga, sehingga menimbulkan problem kesehatan. Untunglah, melalui kampanye yang kami namakan ‘Perjalanan Menjijikkan’, warga memahami ekses ini dan mulai menerima program jamban keluarga,” ujar Tom Plummer, manajer program Surfaid International Mentawai. Program ini telah berlangsung sejak 6 bulan lalu di Gobik. ran