Foto & Video

berita » Berita Terbaru
Jumat, 16 Juli 2010 Pukul 15:36 WIB

Rebutan Kunci di Gudang Raskin Siberut Selatan

MUARA SIBERUT-Aneh di Kecamatan Siberut Selatan, sesama petugas distribusi beras miskin (raskin) saling rebutan pegang kunci gudang beras kecamatan, satu sama lain mengklaim ia yang lebih berhak, di pihak lain juga bilang ia ditugaskan untuk pegang kunci untuk buka gudang.

Rafael, salah seorang distributor raskin mengaku kesal dengan kelakuan rekannya Sri Hastuti karena mencampuri kerjanya di gudang Raskin. Kunci gudang yang harusnya ia pegang diambil oleh Sri, katanya atas perintah camat, akibatnya ketika masyarakat mencari raskin Mei lalu ke rumahnya ia kesulitan mencari kunci. “Ketika akan ambil kunci ke rumah Sri, orangnya tak ada sehingga harus menunggu lagi, masyarakat jadi kelamaan dapat beras padahal  bulan lalu masih saya yang pegang kunci gudang,” katanya.

Agar tak kebingungan cari kunci karena hanya punya satu,  mereka putuskan ganti gembok dan kuncinya dibagi dua namun itu pun tak berhasil. Rafael mengatakan ketika kunci dibagi sehingga mempermudah keduanya untuk buka gudang, malah gemboknya yang ditukar Sri tanpa sepengetahuannya. ‘Saya jengkel dengan tindakan seperti itu, tidak menghargai kawan,” ujarnya

Ia mengatakan sangat tidak senang dengan tindakan seperti itu padahal ia petugas berwenang mengelolah distribusi raskin ke masyarakat sesuai SK Bupati Kepulauan Mentawai Nomor 188.45-73 tertanggal 26 Maret 2010, bukan Sri.  Dalam SK itu jelas disebutkan bahwa petugas pengelolahan distribusi raskin ditangani oleh Rafael, Alexander dan Seltius Sibulatnia sebagai pengawas dipegang oleh A.Arifianto,Camat Siberut Selatan \"Di situ tak ada nama Sri, jadi jelas ini tindakan yang tak masuk akal,” katanya. Karena tindakan seperti sabotase itu, ia mengaku bingung mengangani raskin.

 

Sri Hastuti yang dikonfirmasi Puailiggoubat (31/5) membenarkan bahwa ia yang sekarang pegang kunci gudang, gembok gudang ia juga yang tukar tanpa sepengetahuan Rafael. Ia mengatakan tindakan itu ia ambil atas perintah dan SK Camat Siberut Selatan A.Arifianto. “Itu bukan kemauan saya sendiri namun diperintahkan oleh camat langsung untuk memegang kunci gudang agar distribusi raskin lebih baik\" katanya.

Ia mengatakan pengambilalihan kekuasaan di gudang demi tertibnya distribusi raskin, agar jumlah yang masuk gudang dengan yang keluar jumlahnya sama. \"Selama ini ada ketimpangan, masuk gudang jumlahnya segitu keluarnya jumlahnya sudah berkurang dari perhitungan ketika raskin dari kapal masuk gudang\" pungkasnya.

Pertanyaannya mana yang lebih tinggi SK Bupati atau SK camat dalam aturan administrasi tata birokrasi kepemerintahan? Camat Siberut Selatan, A.Arifianto yang dikonfirmasi (1/6) kejadian itu tak bisa diminta jawabannya karena tak berada di tempat tugas, handphone-nya 08126769237 tak merespon Puailiggoubat. gsn

Contact form