Foto & Video

berita » Berita Terbaru
Kamis, 10 Juni 2010 Pukul 11:52 WIB

Baik untuk Investor, Buruk untuk Masyarakarakat

PADANG-Jhonius Sarogdok, salah satu mahasiswa Bung Hatta, mengakatan bahwa sawit itu baik, tapi hanya bagi investor. Sementara untuk masyarakat sangat buruk. “Pengalaman saya di Pasaman Barat, membuktikan bahwa sawit hanya baik bagi Investor dan masyarakat hanya menonton. Atas pengalaman itulah jika sawit masuk di Mentawai maka siap-siaplah menjadi buruh di tanah sendiri,” ujarnya.

Sementara Ketua Forum Mahasiswa Mentawai (Formma) Sumbar, Daudi Satoko tegas menyatakan sikapnya bahwa secara pribadi dan atas nama organisasi yang ia pimpin. kalau hutan dibabat dan ditanami sawit maka hutan Mentawai akan habis. “Saya mengatakan sawit bukan alternatif untuk meningkatkan sumber daya manusia, tapi masih ada yang lain seperti cokelat, kalau itu dibuka apa nanti yang dikelola oleh masyarakat. Secara lembaga saya menolak adanya perkebunan sawit di Mentawai. Saran saya kalau ada pertemuan berikutnya pemerintah harus diundang. Apakah perkebunan sawit itu satu-satunya cara untuk meningkatkan PAD? Kalau menurut saya sawit bukan alternatif satu-satunya,” tegasnya.

Lain Ketua Formma lain pula  Ketua Hipmim (Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Islam Mentawai) , Muhammad Arif Sarankiran, ia malah mempertanyakan tujuan pertemuan tersebut, bahkan menuduhnya sebagai upaya memprovokasi mahasiswa untuk menolak sawit. “Saya membaca undangan tersebut dan melihat adanya indikasi ajakan anti sawit, yang saya tanyakan adalah kenapa pihak perusahaan tak dihadirkan? Apa kerugian adanya sawit? Kemudian saya juga bertanya kepada Pinda (Panitia) bahwa dari nama yang mengundang itu sudah provokatif untuk melakukan penolakan, mohon ini dijelaskan kepada kita. Sedangkan dari Sawit Watch juga tampaknya memprovokasi untuk menolak sawit,” ujarnya. 

Lebih lanjut Arif juga mempertanyakan soal penolakan sawit tersebut ini, apakah tidak ada kepentingan dari penolakan ini. “Perlu diketahui, kami dari Hipmim, belum menyatakan menolak atau menerima perkebunan sawit yang akan masuk ke Mentawai,” katanya dengan jumawa.

Usai dia menyatakan sikap tersebut, beberapa peserta lain naik pitam dan nyaris menghajarnya. Mereka tidak sepakat dengan pernyataan itu, untunglah kondisi bisa diredam setelah Pinda mengambil ahli, dan diskusi kembali dilanjutkan.

Ada Apa dengan Bupati?

Salah satu mahasiswa yang hadir juga menyatakan penolakan terhadap sawit seperti Alfian Sakelakasak,  “Saya sangat menolak kedatangan perkebunan sawit di Mentawai. Apa latar belakang pemerintah dalam hal ini Bupati mengeluarkan izin untuk perkebunan sawit di Mentawai? Seharusnya lembaga-lembaga mahasiswa yang ada di Padang mengeluarkan pernyataan sikap dalam hal ini,” katanya. rus

Contact form